BEAUTY
Bukan Filler Biasa, Teknologi DNA Ikan Trout Ini Fokus Bikin Kulit Lebih Sehat
A. Firdaus
Jumat 19 Juni 2026 / 14:10
- Tren terbaru justru mengarah pada regenerative aesthetics.
- Inovasi berbasis polynucleotide (PN) yang berasal dari DNA ikan trout.
- PolyPhil® dapat digunakan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation.
Jakarta: Perawatan estetika kini tak lagi sekadar berfokus menyamarkan tanda penuaan. Tren terbaru justru mengarah pada regenerative aesthetics, yakni pendekatan yang membantu kulit memperbaiki dirinya secara alami demi mendapatkan hasil yang lebih sehat dan natural dalam jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma resmi menghadirkan PolyPhil®, inovasi berbasis polynucleotide (PN) yang berasal dari DNA ikan trout. Teknologi ini dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi proses regenerasi alami.
PolyPhil® mengandalkan teknologi PN-HPT® (Polynucleotide Highly Purified Technology) yang membantu mendukung aktivitas fibroblast, merangsang produksi kolagen dan elastin, meningkatkan hidrasi, serta membantu proses perbaikan jaringan kulit.
General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, mengatakan kehadiran PolyPhil® menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi berbasis sains dengan hasil yang alami.
"Membawa PolyPhil® ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil® didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa dan lebih dari 80 publikasi peer-reviewed," ujar Inneke.
PolyPhil® dapat digunakan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation maupun preventive anti-aging treatment. Teknologi ini membantu memperbaiki kualitas kulit, tampilan bopeng bekas jerawat (acne scars), kerutan halus, tekstur kulit, hingga area sensitif seperti bawah mata.
Tak hanya itu, PolyPhil® juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala, sekaligus menjadi persiapan sebelum menjalani prosedur estetika lain seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, maupun laser.
Untuk menjawab berbagai kebutuhan pasien, PolyPhil® hadir dalam beberapa varian, yakni PolyPhil™ untuk meningkatkan kualitas kulit, PolyPhil™ Next yang mengombinasikan polynucleotide dan hyaluronic acid untuk hidrasi sekaligus regenerasi, PolyPhil™ Eye yang diformulasikan khusus untuk area bawah mata, serta PolyPhil™ Hair yang ditujukan untuk perawatan kulit kepala dan rambut.
Peluncuran PolyPhil® di Indonesia juga diikuti dengan diskusi ilmiah bersama para ahli estetika medis dari dalam dan luar negeri. Salah satu pembicara internasional yang hadir adalah Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman.
Dalam paparannya, Dr. Frank menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat bergantung pada sumber bahan baku dan proses pemurnian yang digunakan.
PolyPhil® menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa yang diproses menggunakan teknologi PN-HPT®. Proses tersebut menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten.
Selain itu, dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE turut berbagi pengalaman mengenai kolaborasi bersama GEA Aesthetic dan Croma-Pharma serta potensi regenerative aesthetics dalam menjawab kebutuhan pasar estetika yang terus berkembang.
Melalui peluncuran PolyPhil®, GEA Aesthetic dan Croma-Pharma ingin menghadirkan pendekatan perawatan kulit yang lebih regeneratif, natural, dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang, sejalan dengan tren kecantikan yang kini semakin mengutamakan kualitas kulit sehat dari dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menjawab kebutuhan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma resmi menghadirkan PolyPhil®, inovasi berbasis polynucleotide (PN) yang berasal dari DNA ikan trout. Teknologi ini dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi proses regenerasi alami.
PolyPhil® mengandalkan teknologi PN-HPT® (Polynucleotide Highly Purified Technology) yang membantu mendukung aktivitas fibroblast, merangsang produksi kolagen dan elastin, meningkatkan hidrasi, serta membantu proses perbaikan jaringan kulit.
General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, mengatakan kehadiran PolyPhil® menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi berbasis sains dengan hasil yang alami.
"Membawa PolyPhil® ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil® didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa dan lebih dari 80 publikasi peer-reviewed," ujar Inneke.
Tak sekadar Anti-Aging, fokus pada kesehatan kulit jangka panjang
PolyPhil® dapat digunakan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation maupun preventive anti-aging treatment. Teknologi ini membantu memperbaiki kualitas kulit, tampilan bopeng bekas jerawat (acne scars), kerutan halus, tekstur kulit, hingga area sensitif seperti bawah mata.
Tak hanya itu, PolyPhil® juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala, sekaligus menjadi persiapan sebelum menjalani prosedur estetika lain seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, maupun laser.
Untuk menjawab berbagai kebutuhan pasien, PolyPhil® hadir dalam beberapa varian, yakni PolyPhil™ untuk meningkatkan kualitas kulit, PolyPhil™ Next yang mengombinasikan polynucleotide dan hyaluronic acid untuk hidrasi sekaligus regenerasi, PolyPhil™ Eye yang diformulasikan khusus untuk area bawah mata, serta PolyPhil™ Hair yang ditujukan untuk perawatan kulit kepala dan rambut.
Kualitas Polynucleotide dipengaruhi proses pemurnian
Peluncuran PolyPhil® di Indonesia juga diikuti dengan diskusi ilmiah bersama para ahli estetika medis dari dalam dan luar negeri. Salah satu pembicara internasional yang hadir adalah Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman.
Dalam paparannya, Dr. Frank menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat bergantung pada sumber bahan baku dan proses pemurnian yang digunakan.
PolyPhil® menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa yang diproses menggunakan teknologi PN-HPT®. Proses tersebut menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten.
Selain itu, dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE turut berbagi pengalaman mengenai kolaborasi bersama GEA Aesthetic dan Croma-Pharma serta potensi regenerative aesthetics dalam menjawab kebutuhan pasar estetika yang terus berkembang.
Melalui peluncuran PolyPhil®, GEA Aesthetic dan Croma-Pharma ingin menghadirkan pendekatan perawatan kulit yang lebih regeneratif, natural, dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang, sejalan dengan tren kecantikan yang kini semakin mengutamakan kualitas kulit sehat dari dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)