Kampung Naga merupakan sebuah perkampungan adat yang masih tetap memegang teguh adat istiadat leluhur, meskipun berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang modern. Dalam kehidupan keseharian mereka masih tetap menjalankan cara-cara seperti leluhur mereka sebelumnya dengan tidak menggunakan aliran listrik dan masih memakai bahan bakar minyak tanah yang disubsidi pemerintah.
Kampung Naga merupakan sebuah perkampungan adat yang masih tetap memegang teguh adat istiadat leluhur, meskipun berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang modern. Dalam kehidupan keseharian mereka masih tetap menjalankan cara-cara seperti leluhur mereka sebelumnya dengan tidak menggunakan aliran listrik dan masih memakai bahan bakar minyak tanah yang disubsidi pemerintah.
Penghuni atau kaum Naga yang tinggal di desa adat tersebut sebanyak 300 orang dari 101 keluarga dengan 113 bangunan yang terdiri dari 110 rumah yang masih memegang budaya pamali (tabu) dan memakai upacara adat ritual tradisional untuk menjaga serta melestarikan hutan keramat agar bisa mempertahankan sumber kehidupan mereka.
Penghuni atau kaum Naga yang tinggal di desa adat tersebut sebanyak 300 orang dari 101 keluarga dengan 113 bangunan yang terdiri dari 110 rumah yang masih memegang budaya pamali (tabu) dan memakai upacara adat ritual tradisional untuk menjaga serta melestarikan hutan keramat agar bisa mempertahankan sumber kehidupan mereka.
Untuk mencapai Kampung Naga pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan jarak sekitar 500 meter, menyusuri jalan kecil pinggir Sungai Ciwulan. Dari ketinggian di belokan anak tangga itulah, terlihat atap ijuk abu kehitaman rumah-rumah penduduk Kampung Naga yang sangat kontras dengan sekelilingnya yang tampak hijau dan subur.
Untuk mencapai Kampung Naga pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan jarak sekitar 500 meter, menyusuri jalan kecil pinggir Sungai Ciwulan. Dari ketinggian di belokan anak tangga itulah, terlihat atap ijuk abu kehitaman rumah-rumah penduduk Kampung Naga yang sangat kontras dengan sekelilingnya yang tampak hijau dan subur.

Berkunjung ke Kampung Naga Tasikmalaya

Rona budaya
27 Desember 2017 12:07
Garut: Berada di Kampung Naga di Desa Neglasari, Tasikmalaya, Jawa Barat, ibarat kembali ke peradaban berpuluh-puluh tahun lalu, ketika tidak ada penerangan listrik dan alat-alat elekronik modern lainnya. Penghuni atau kaum Naga yang tinggal di desa adat tersebut sebanyak 300 orang dari 101 keluarga dengan 113 bangunan yang masih memegang budaya pamali (tabu). ANTARA/Adeng Bustomi
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif