Andi Sutisna, 63, seorang warga Kota Bandung berhasil menyulap limbah padat yang terbawa arus di Sungai Cikapundung menjadi miniatur kereta lokomotif uap zaman dulu.
Andi Sutisna, 63, seorang warga Kota Bandung berhasil menyulap limbah padat yang terbawa arus di Sungai Cikapundung menjadi miniatur kereta lokomotif uap zaman dulu.
Melalui tangannya, barang-barang yang sebelumnya dianggap telah menjadi sampah itu kini malah bernilai seni tinggi dengan tingkat kedetailan yang hampir menyerupai aslinya. Berbagai jenis kereta api lokomotif uap yang pernah beroperasi di Indonesia telah berhasil ia ciptakan, seperti kereta lokomotif uap jenis C-16, D-51, F-10, D-10, dan lainnya.
Melalui tangannya, barang-barang yang sebelumnya dianggap telah menjadi sampah itu kini malah bernilai seni tinggi dengan tingkat kedetailan yang hampir menyerupai aslinya. Berbagai jenis kereta api lokomotif uap yang pernah beroperasi di Indonesia telah berhasil ia ciptakan, seperti kereta lokomotif uap jenis C-16, D-51, F-10, D-10, dan lainnya.
"Saya bikin dari sampah-sampah yang terbawa arus di Sungai Cikapundung seperti tutup spidol, kaleng obat nyamuk, paralon bekas, gulungan benang, cangkokan lampu, dan sampah lainnya," ujar Andi saat ditemui di kediamannya di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung

Karya Seni Ini Terbuat dari Sampah Sungai

08 Februari 2018 07:57
Bandung: Seorang pekerja seni menyulap limbah sampah yang diambil dari Sungai Cikapundung, Bandung untuk kemudian dijadikan karya seni. Sampah dan limbah perkakas tersebut dia sulap menjadi kereta lokomotif uap zaman dulu. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya bantaran sungai yang kerap dipenuhi sampah. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/Novrian Arbi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Rona karya seni