Terdakwa yang juga Mantan Bupati Kabupaten Musi Banyuasin periode 2017-2021 Dodi Reza Alex Noerdin (tengah) setelah menjalani sidang secara virtual Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakrta, Selasa, 6 Juli 2022.
Terdakwa yang juga Mantan Bupati Kabupaten Musi Banyuasin periode 2017-2021 Dodi Reza Alex Noerdin (tengah) setelah menjalani sidang secara virtual Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakrta, Selasa, 6 Juli 2022.
Dalam sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan ini Dodi Reza Alex Noerdin yang merupakan terdakwa kasus dugaan penerimaan suap proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 di hukum 6 tahun penjara, denda Rp250 juta, subsider 5 bulan kurungan penjara.
Dalam sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan ini Dodi Reza Alex Noerdin yang merupakan terdakwa kasus dugaan penerimaan suap proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 di hukum 6 tahun penjara, denda Rp250 juta, subsider 5 bulan kurungan penjara.
Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni pidana 10 tahun tujuh bulan penjara dan hak politiknya dicabut.
Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni pidana 10 tahun tujuh bulan penjara dan hak politiknya dicabut.

Kasus Suap Proyek PUPR, Dodi Alex Noerdin Divonis 6 Tahun Penjara

News Kasus Suap
05 Juli 2022 19:10
Palembang: Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan memvonis mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin pidana penjara selama 6 tahun atas perkara dugaan suap pengerjaan empat proyek di Dinas PUPR Pemkab Muba tahun 2021.

Vonis terhadap Dodi Reza Alex Noerdin tersebut dibacakan hakim ketua Yoserizal di ruang utama Pengadilan Negeri Palembang, Selasa, 5 Juli 2022, sore.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa Dodi Reza Alex Noerdin dengan kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp 1,16 miliar.

Uang pengganti tersebut wajib diselesaikan terdakwa dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Bila tidak mencukupi, harta benda milik terdakwa disita untuk dilelang, atau diganti pidana penjara tambahan selama 1 tahun.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni pidana 10 tahun tujuh bulan penjara dan hak politiknya dicabut. Dodi juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar yang merupakan uang suap dari Direktur PT SSN Suhandy. MI/M Irfan

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif