Bencana hidrometeorologi pada awal 2024 mulai menghantam wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah tanah longsor melanda Jenawi saat hujan deras pada Senin, 1 Januari 2024 petang. Dua ruang sekolah SMPN 1 Jenawi jebol, usai diterjang tanah longsor.
Bencana hidrometeorologi pada awal 2024 mulai menghantam wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah tanah longsor melanda Jenawi saat hujan deras pada Senin, 1 Januari 2024 petang. Dua ruang sekolah SMPN 1 Jenawi jebol, usai diterjang tanah longsor.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang berada di lereng Lawu utara itu, mulai Selasa, 2 Januari, terpaksa diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang berada di lereng Lawu utara itu, mulai Selasa, 2 Januari, terpaksa diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Yang terpenting, kejadian tersebut tidak terdapat adanya korban jiwa, tetapi akibat peristiwa itu kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta rupiah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno.

Tanah Longsor Hantam Gedung SMPN 1 Jenawi, Siswa Diliburkan

02 Januari 2024 15:59
Solo: Bencana hidrometeorologi pada awal 2024 mulai menghantam wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah tanah longsor melanda Jenawi saat hujan deras pada Senin, 1 Januari 2024 petang. Dua ruang sekolah SMPN 1 Jenawi jebol, usai diterjang tanah longsor.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang berada di lereng Lawu utara itu, mulai Selasa, 2 Januari, terpaksa diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kondisinya tidak memungkinkan untuk pelaksanaan KBM," terang Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Agam Bintoro kepada Media Indonesia, Selasa.

Upaya penanggulangan pun segera dilakukan secara gotong royong yang melibatkan unsur TNI/Polri, relawan BPBD Karanganyar, dan masyarakat setempat serta pihak sekolah.

Kadisdikbud Karanganyar Agam Bintoro belum bisa menaksir kerugian atas gedung SMPN I Jenawi terdampak longsor. "Ya mungkin saja ratusan juta, tapi pastinya masih dalam perhitungan," pungkas Agam.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menyatakan, penyebab bencana tanah longsor diperkirakan akibat intensitas hujan tinggi hingga menggerus tanah di sekitar talud yang menyebabkan longsor menimpa dua gedung sekolah di bawahnya.

"Yang terpenting, kejadian tersebut tidak terdapat adanya korban jiwa, tetapi akibat peristiwa itu kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta rupiah," kata dia. MI/Widjajadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News tanah longsor longsor Jawa Tengah