Relawan covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Kristanto, melakukan panggilan video kepada istri dan anak di dalam tangki air yang menjadi tempat tinggalnya di markas BPBD Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2020.
Relawan covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Kristanto, melakukan panggilan video kepada istri dan anak di dalam tangki air yang menjadi tempat tinggalnya di markas BPBD Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2020.
Kristanto yang merupakan relawan yang bertugas sebagai pemulasaraan jenazah pasien covid-19 itu sejak dua bulan terakhir memilih tidur di dalam tangki air dengan alasan isolasi diri guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di keluarganya dan lingkungan tempat tinggalnya.
Kristanto yang merupakan relawan yang bertugas sebagai pemulasaraan jenazah pasien covid-19 itu sejak dua bulan terakhir memilih tidur di dalam tangki air dengan alasan isolasi diri guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di keluarganya dan lingkungan tempat tinggalnya.

Pria 39 tahun warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus tersebut menyatakan bahwa apa yang telah dia dan rekan-rekan relawan covid-19 kerjakan bukanlah hal yang sia-sia.
Pria 39 tahun warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus tersebut menyatakan bahwa apa yang telah dia dan rekan-rekan relawan covid-19 kerjakan bukanlah hal yang sia-sia. "Ada hikmah yang besar bagi saya, keluarga, bahkan masyarakat luas," katanya.

Relawan Covid-19 Ini Rela Isolasi Diri di Tangki Air

News Virus Korona
04 Juli 2020 08:02
Kudus: Jiwa sosial seorang relawan covid-19 ini patut diacungi jempol. Pasalnya dia rela meninggalkan keluarga demi menjadi relawan pemulasaran jenazah pasien covid-19 sejak dua bulan terakhir.

Kristianto, relawan covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jateng itu bahkan rela memilih tidur di dalam tangki air dengan alasan isolasi diri untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. 

Jika rindu dengan anak dan istrinya, di sela-sela tugasnya Kristianto melakukan panggilan video dengan smartphone-nya. Pertemuan beberapa saat tersebut sudah cukup untuk mengobati rasa kangennya dengan keluarga.

Pria 39 tahun warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus tersebut menyatakan bahwa apa yang telah dia dan rekan-rekan relawan covid-19 kerjakan bukanlah hal yang sia-sia. "Ada hikmah yang besar bagi saya, keluarga, bahkan masyarakat luas," katanya.

Dalam sehari, Kristanto pernah mengubur empat hingga 5 jenazah pasien covid-19. "Saya berharap keluarga terhindar dari paparan virus korona," tambahnya. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menyatakan bahwa tim pemulasaran jenazah pasien covid-19 murni relawan yang tidak digaji. "Kasihan memang, tapi mereka relawan yang berjiwa sosial tinggi. Umumnya sudah punya pekerjaan lain seperti buruh," ujarnya. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroh

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif