Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menunjukkan sejumlah berkas usai menyampaikan pelaporan di gedung KPK, Jakarta. Boyamin melaporkan dugaan adanya transaksi mencurigakan oleh saksi-saksi dalam penyidikan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang sedang ditangani KPK.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menunjukkan sejumlah berkas usai menyampaikan pelaporan di gedung KPK, Jakarta. Boyamin melaporkan dugaan adanya transaksi mencurigakan oleh saksi-saksi dalam penyidikan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang sedang ditangani KPK.
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengklaim memiliki bukti transaksi mencurigakan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari.
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengklaim memiliki bukti transaksi mencurigakan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan dugaan adanya transaksi mencurigakan ini merupakan hasil perkembangan dari dakwaan eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 13 September, kemarin.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan dugaan adanya transaksi mencurigakan ini merupakan hasil perkembangan dari dakwaan eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 13 September, kemarin.

MAKI Laporkan Bukti Dugaan Transaksi Mencurigakan Eks Bupati Kukar ke KPK

News KPK pencucian uang Kasus Suap kasus korupsi
14 September 2021 21:14
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengklaim memiliki bukti transaksi mencurigakan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. Bukti itu telah dilaporkan kepada KPK pada Selasa, 14 September 2021.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan dugaan adanya transaksi mencurigakan ini merupakan hasil perkembangan dari dakwaan eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 13 September, kemarin.

Boyamin menjelaskan bahwa dugaan transaksi mencurigakan yang diserahkan ke KPK ini bernilai hingga puluhan miliar rupiah. Transaksi itu terjadi secara bertahap dari 2018 hingga 2020.

Selanjutnya, Boyamin mengatakan dugaan transaksi mencurigakan ini dilaporkan agar KPK menemukan benang merah dari masing-masing kasus yang terkait dengan AKP Robin. Dia berharap KPK bisa memproses bukti tersebut dan segera menetapkan tersangka baru.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

MI/Adam Dwi

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif