Ciamis: Hujan deras menyebabkan sebuah tebing setinggi 10 meter longsor menimpa dinding dapur rumah milik Engkus Maulana warga Dusun Palasari, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi, Selasa, 23 April 2024 pukul 02.00 WIB, mengakibatkan satu keluarga mengungsi ke rumah saudaranya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, intensitas hujan yang terjadi sejak sore kemarin hingga malam hari telah menyebabkan sebuah tebing setinggi 10 meter longsor menimpa dan merusak dinding dapur belakang rumah milik Engkus Maulana. Namun, kejadian tersebut tidak ada korban jiwa tapi satu keluarga terpaksa mengungsi ke saudaranya.
"Hujan deras yang terjadi telah menyebabkan bagian dinding dapur belakang rumah dimiliki Engkus Maulana mengalami kerusakan hingga anggota keluarganya mengungsi. Akan tetapi, material longsor terjadi di Dusun Cidangiang menutup saluran irigasi, menutup pasokan air ke areal persawahan dan jalan desa tertutup longsor," katanya.
Ani mengatakan, intensitas hujan yang terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan April agar masyarakat harus selalu waspada dan siaga yang mana selama ini masih banyak bangunan berdiri di zona merah terutamanya di titik rawan longsor, banjir dan pergerakan tanah. Namun, bencana yang terjadi di lokasi tersebut sudah ditanggulangi oleh BPBD, TNI, Polri dan FK Tagana dengan membersihkan material longsor.
"Kabupaten Ciamis memang memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang menimbulkan longsor, banjir, pohon tumbang, pergerakan tanah dan kami meminta agar masyarakat harus selalu tetap waspada ketika hujan turun. Karena, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak hujan akan terjadi bulan April hingga kondisi tersebut dapat berdampak pada bencana alam," ujarnya.
Menurutnya, menghadapi persoalan perlu ada upaya dilakukan pemerintah daerah terutama dalam mengantisipasi dan juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrim dan daya tampung serta daya dukung lingkungan sekitarnya. Namun, diperlukan ada upaya kesiapsiagaan dan langkah sinergitas semua pihak baik pemerintah daerah, swasta masyarakat guna mengantisipasi bencana.
"Kami mengimbau agar masyarakat selama ini harus tetap waspada seiring status darurat siaga bencana tiap daerah telah dilakukannya hingga bulan Mei. Karena, puncak hujan masih terjadi dan adanya berpotensi menyebabkan banjir, longsor, pergerakan tanah serta angin puting beliung, tapi kesiapsiagaan harus tetap dilakukan terutama di lokasi rawan bencana," pungkasnya. MI/Adi Kristiadi
Dok. BPBD Ciamis Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News