Hendri Hernando, tersangka pembunuhan seorang purnawirawan TNI bernama Letkol (Purn) M. Mubin menjalani reka adegan di lokasi kejadian, Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.
Hendri Hernando, tersangka pembunuhan seorang purnawirawan TNI bernama Letkol (Purn) M. Mubin menjalani reka adegan di lokasi kejadian, Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.
Anggota polwan menenangkan seorang keluarga korban almarhum Letkol (Purn) M. Mubin saat menyaksikan rekonstruksi di Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.
Anggota polwan menenangkan seorang keluarga korban almarhum Letkol (Purn) M. Mubin saat menyaksikan rekonstruksi di Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.
Anggota Brimob Polda Jabar melakukan pengamanan pada saat rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Letkol (Purn) M. Mubin di Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.
Anggota Brimob Polda Jabar melakukan pengamanan pada saat rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Letkol (Purn) M. Mubin di Jalan Adiwarta Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.

Rekonstruksi Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lembang, 27 Adegan Diperagakan

05 September 2022 17:26
Jakarta: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan purnawirawan TNI bernama Muhammad Mubin di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 5 September 2022.

Pelaku didatangkan polisi ke lokasi kejadian untuk memperagakan adegan demi adegan pembunuhan, warga pun berkerumun dan meneriaki pelaku saat terlihat di depan publik.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan dalam rekonstruksi tersebut terdapat sebanyak 27 adegan. Menurutnya, ada beberapa fakta baru berkaitan kasus pembunuhan tersebut.

"Dalam fakta-fakta tersebut ditemukan beberapa keterangan yang berbeda dari keterangan awal yang disampaikan tersangka," katanya, di Bandung.

Pada rekonstruksi kasus itu, tersangka pelaku pembunuhan Hendri Hernando atau HH (30) mengenakan baju tahanan dalam kondisi tangan diborgol. Penyidik kepolisian memerintahkan HH untuk menjelaskan secara rinci peristiwa pembunuhan itu.

Tersangka memperagakan adegan ketika dirinya membawa pisau hingga menusukkan pisau itu kepada korban. Adapun penusukan itu diperagakan tersangka saat korban sedang berada di kursi kemudi mobil bak terbuka milik korban.

Saat pemeriksaan tersangka yang pertama, Ibrahim mengatakan HH memberikan keterangan yang berbeda dengan bukti-bukti yang ditemukan.

Ketika pemeriksaan awal, menurutnya, tersangka mengaku sedang memasak nasi goreng sebelum melakukan pembunuhan. Sedangkan pada fakta sebenarnya, kata Ibrahim, tidak ada kegiatan memasak nasi goreng.

"Jadi tersangka langsung dari atas lantai dua, turun ke bawah dengan berbekal pisau di dalam kantong dan langsung keluar," kata Ibrahim.

Selain itu, katanya, tersangka mengaku dipukul serta diludahi korban saat pemeriksaan awal. Namun, Ibrahim memastikan tidak ada tindakan tersebut dari korban dan hanya ada percekcokan di antara korban dan tersangka.

Pelaksanaan rekonstruksi yang diperagakan oleh pelaku selama kurang lebih 3,5 jam itu dimulai dari rumah pelaku, kemudian pelaku memperagakan penusukan di luar rumah tepatnya ketika korban masih berada di balik kemudi mobil pikap.

Dengan digelarnya rekonstruksi aksi pembunuhan sadis tersebut maka terungkaplah rangkaian dan fakta-fakta yang lebih objektif. MI/Idep

(KHL)

News Kasus Pembunuhan

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif