Suasana arus lalu lintas saat jam pulang kerja di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat, 11 Februari 2022.
Suasana arus lalu lintas saat jam pulang kerja di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat, 11 Februari 2022.
Indeks Kemacetan 2021 menempatkan Jakarta pada peringkat 46 atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang menempati peringkat 31. Hal ini berdasarkan data yang dirilis lembaga pemeringkat kemacetan kota dunia, Tomtom International BV.
Indeks Kemacetan 2021 menempatkan Jakarta pada peringkat 46 atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang menempati peringkat 31. Hal ini berdasarkan data yang dirilis lembaga pemeringkat kemacetan kota dunia, Tomtom International BV.
Dalam laman lembaga internasional itu disebutkan pandemi covid-19 menjadi penyebab atau faktor utama yang menurunkan tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta.
Dalam laman lembaga internasional itu disebutkan pandemi covid-19 menjadi penyebab atau faktor utama yang menurunkan tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta.
Selama ini, tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia meningkat dua hingga tiga persen per tahun. Namun, sejak dua tahun terakhir ketika dunia dilanda pandemi covid-19, keadaan menjadi terbalik, menurunkan tingkat kemacetan kota di dunia. Jakarta menjadi bagian dari 404 kota di 58 negara yang diukur dalam Tomtom Traffic Index 2021.
Selama ini, tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia meningkat dua hingga tiga persen per tahun. Namun, sejak dua tahun terakhir ketika dunia dilanda pandemi covid-19, keadaan menjadi terbalik, menurunkan tingkat kemacetan kota di dunia. Jakarta menjadi bagian dari 404 kota di 58 negara yang diukur dalam Tomtom Traffic Index 2021.

Indeks Kemacetan 2021, Jakarta Turun ke Peringkat 46

11 Februari 2022 19:46
Jakarta: Indeks Kemacetan 2021 menempatkan Jakarta pada peringkat 46 atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang menempati peringkat 31. Hal ini berdasarkan data yang dirilis lembaga pemeringkat kemacetan kota dunia, Tomtom International BV.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan informasi penurunan peringkat kemacetan tersebut melalui akun Instagram story @aniesbaswedan dipantau di Jakarta, Kamis, 10 Februari 2022.

Dalam laman lembaga internasional itu disebutkan pandemi covid-19 menjadi penyebab atau faktor utama yang menurunkan tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta.

Selama ini, tingkat kemacetan kota-kota besar di dunia meningkat dua hingga tiga persen per tahun. Namun, sejak dua tahun terakhir ketika dunia dilanda pandemi covid-19, keadaan menjadi terbalik, menurunkan tingkat kemacetan kota di dunia.

Jakarta menjadi bagian dari 404 kota di 58 negara yang diukur dalam Tomtom Traffic Index 2021.

Pada 2021, tingkat kemacetan di Jakarta menurun menjadi 34 persen dengan kategori warna kuning, setelah pada 2020 mencapai 36 persen.

Jakarta pernah berada di posisi keempat dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan tinggi pada 2017.

Peringkat kemacetan kemudian berangsur membaik yakni pada 2018 berada di posisi tujuh, kemudian peringkat 10 pada 2019 dan pada 2020 bertengger di urutan 31.

Berdasarkan data Tomtom Traffic Index 2021, di posisi pertama tingkat kemacetan dengan kategori warna merah diduduki oleh Istanbul, Turki yang memiliki persentase kemacetan mencapai 62 persen.

Sedangkan kota dengan kategori hijau atau tingkat kemacetan paling rendah adalah Mekah di Arab Saudi di peringkat 404 dunia. MI/Susanto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

News macet jakarta lalu lintas jakarta DKI Jakarta