Anak buah kapal (ABK), Antonio V. Braga (depan) menunggu proses evakuasi dari atas kapal kargo MV Marini di perairan Aceh, Kamis, 19 Mei 2022.
Anak buah kapal (ABK), Antonio V. Braga (depan) menunggu proses evakuasi dari atas kapal kargo MV Marini di perairan Aceh, Kamis, 19 Mei 2022.
Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi Antonio V. Braga, warga negara Filipina yang merupakan anak buah kapal (ABK) barang asing karena mengalami stroke dalam pelayaran. Antonio V Braga yang merupakan ABK MV Mairini berbendera Kepulauan Marshall.
Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi Antonio V. Braga, warga negara Filipina yang merupakan anak buah kapal (ABK) barang asing karena mengalami stroke dalam pelayaran. Antonio V Braga yang merupakan ABK MV Mairini berbendera Kepulauan Marshall.
"Korban dievakuasi karena mengalami stroke. Evakuasi berlangsung di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar dengan Pulau Weh, Kota Sabang. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Budiono.
"Proses evakuasi berlangsung kurang dari tiga jam. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," kata Budiono.

Tim SAR Evakuasi ABK Filipina Terkena Stroke

News Basarnas aceh
20 Mei 2022 20:09
Jakarta: Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi warga negara Filipina yang merupakan anak buah kapal (ABK) barang asing karena mengalami stroke dalam pelayaran.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, 20 Mei 2022, mengatakan korban bernama Antonio V Braga yang merupakan ABK MV Mairini berbendera Kepulauan Marshall.

"Korban dievakuasi karena mengalami stroke. Evakuasi berlangsung di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar dengan Pulau Weh, Kota Sabang. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna," kata Budiono.

Evakuasi berawal informasi dari Kapten MV Mairini. Saat itu, kapal kargo MV Mairini berlayar Luo Yuan, Tiongkok tujuan Penang, Malaysia. Dalam perjalanan, korban mengalami stroke dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Dari informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh memberangkatkan tim pada Kamis sekira pukul 21.40 WIB. Tim SAR berangkat menggunakan KN Kresna dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju titik evakuasi. Titik evakuasi berjarak 7,5 mil laut dari pelabuhan tersebut.

"Proses evakuasi berlangsung kurang dari tiga jam. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," kata Budiono.

Selain personel Basarnas Banda Aceh, kata Budiono, operasi SAR tersebut juga melibatkan petugas karantina kesehatan, kepolisian, imigrasi, TNI, bea cukai, serta instansi terkait lainnya.

"Dengan selesai evakuasi medis tersebut, maka operasi penyelamatan warga negara asing tersebut dihentikan dan personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing," tambah Budiono. AFP PHOTO/Chaideer Mahyuddin

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif