Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari menegaskan bahwa pembagian surat suara Pemilu 2024 kepada pemilih di Taipei, Taiwan, sebelum waktunya akan dianggap sebagai surat suara rusak dan bakal digantikan dengan surat suara baru.
Hal ini disampaikan Hasyim merespons pernyataan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja yang merekomendasikan agar surat suara itu tak dianggap sebagai surat suara rusak. Pasalnya, Bawaslu khawatir jika dianggap rusak malah akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks.
"Maksudnya bagaimana? Tidak dianggap rusak kata siapa?" ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis, 28 Desember 2023. "Surat suara pengganti dan yang belum dikirim akan dikasih kode khusus untuk tidak membingungkan. Yang sudah dikirim awal kan tidak ada tanda khusus."
Adapun sebagai sesama institusi penyelenggara pemilu, berdasarkan UU Pemilu, KPU harus menindaklanjuti saran perbaikan Bawaslu. Kendati demikian, Hasyim tak ambil pusing.
KPU akan tetap berpegang pada rencana awal, yaitu menganggap rusak 62.552 surat suara yang dikirim lebih awal dan mengirim surat suara penggantinya sesuai jadwal. "Yang tahu situasinya kan KPU," ucap Hasyim.
Hal senada disampaikan anggota KPU Betty Epsilon Idroos bahwa pihaknya sudah punya langkah mitigasi untuk menerbitkan surat suara baru dan akan mengumumkan mana yang dihitung dan mana yang tidak.
Ia juga memastikan akan mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Petugas Pemungutan Luar Negeri (PPLN) Taipei.
"Ini PPLN yang dilantik oleh KPU merupakan jajaran KPU, maka mekanisme penyelesaiannya ada di Peraturan KPU kami. Ini kan dugaan ya, maka seberapa jauh, seberapa fatal, bagaimana bentuknya, kenapa demikian, itu harus ditelusuri nanti oleh teman-teman divisi SDM dan pengawasan internal KPU," tambah Betty. MI/Moh Irfan Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News