Endik Sopandi didampingi istri dan anaknya menangis bahagia karena mereka bisa kembali berkumpul setelah selama tujuh tahun Endik mengadu nasib sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Endik Sopandi didampingi istri dan anaknya menangis bahagia karena mereka bisa kembali berkumpul setelah selama tujuh tahun Endik mengadu nasib sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Endik Sopandi memeluk erat keluarganya saat kembali ke rumahnya, Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Endik Sopandi memeluk erat keluarganya saat kembali ke rumahnya, Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Endik mengaku lega karena selama tujuh tahun berada di perantauan, dirinya justru lebih banyak sakit-sakitan dan tidak bekerja. Bahkan hidup telantar akibat tidak punya uang sehingga harus meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia agar memulangkannya.
Endik mengaku lega karena selama tujuh tahun berada di perantauan, dirinya justru lebih banyak sakit-sakitan dan tidak bekerja. Bahkan hidup telantar akibat tidak punya uang sehingga harus meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia agar memulangkannya.

Terlantar 7 Tahun di Malaysia, TKI Asal Lembang Akhirnya Bisa Pulang

12 Oktober 2021 22:05
Bandung Barat: TKI asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang bekerja di Malaysia, Endik Sopandi (45) akhirnya bisa kembali pulang, pada Selasa, 12 Oktober 2021. Endik sebelumnya dikabarkan telantar di negara tempatnya bekerja. 

Endik mengaku lega karena selama tujuh tahun berada di perantauan, dirinya justru lebih banyak sakit-sakitan dan tidak bekerja. Bahkan hidup telantar akibat tidak punya uang sehingga harus meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia agar memulangkannya.

Endik menyebutkan, pergi ke Malaysia dengan harapan bisa mengubah ekonomi keluarganya. Dia pun nekat berangkat secara ilegal dan harus mengeluarkan biaya sebesar 38.000 ringgit atau sekitar Rp12 juta kepada sebuah agen dengan iming-iming gaji yang cukup besar.

Saat di Malaysia dirinya menjalani berbagai pekerjaan. Mulai menjadi sopir di salah satu tempat pencucian kendaraan, buruh perkebunan kelapa sawit, sampai akhirnya telantar di Malaysia karena tidak bekerja lagi akibat sering sakit-sakitan. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dia dibantu oleh teman-temannya.  

Dia akhirnya bisa pulang ke Indonesia dibantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB serta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Awalnya Disnakertrans berkirim surat ke Konsulat Jenderal (Konjen) RI terkait kondisi Endik, sebab paspornya ditahan perusahaannya tempat bekerja. MI/Idep 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

News tki Tenaga Kerja