Jakarta: Presiden Joko Widodo menjadi satu dari sepuluh kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengikuti Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat, 17 September 2021. Dari Istana Kepresidenan Bogor, Presiden mengikuti forum yang berisi negara-negara utama dalam pembahasan tentang energi dan perubahan iklim tersebut.
Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan, Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi dalam menghadapi situasi darurat di sektor energi dalam menekan laju perubahan iklim.
Konferensi tersebut merupakan inisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan diikuti 10 negara di dunia. Tujuannya menggalang kerja sama negara-negara utama untuk mewujudkan target dari pertemuan Conference of Parties (COP26) di Glasgow pada November mendatang.
Menurut Wamenlu, tujuan secara spesifik adalah memastikan bahwa perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat celsius.
Dalam konteks tersebut, yang menjadi satu fokus utama adalah penyampaian apa yang disebut dengan Nationally Determined Contribution (NDC), yaitu komitmen masing-masing negara yang disampaikan dalam kerangka rencana program dan tujuan untuk mengatasi perubahan iklim. Secara khusus sesuai dengan fokus dari pertemuan malam ini adalah terkait dengan transisi ke energi baru dan terbarukan.
Menurut Jokowi, salah satu komitmen Indonesia dalam menahan laju perubahan iklim dengan mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan. Indonesia pun telah mengakselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau pada Agustus 2021.
Indonesia, lanjutnya, telah menargetkan netral karbon (Net Zero) pada 2060 dengan kawasan percontohan yang masih terus dikembangkan. Ini termasuk pula pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara seluas 20 ribu hektare yang digadang bakal menjadi terbesar di dunia.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
Foto: BPMI Setpres Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News