Petinggi Al-Azhar Kairo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas komitmen dalam percepatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul berhaluan moderat (wasathiyah).
Petinggi Al-Azhar Kairo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas komitmen dalam percepatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul berhaluan moderat (wasathiyah).
Penghargaan tersebut secara khusus ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam), atas dedikasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam global.
Penghargaan tersebut secara khusus ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam), atas dedikasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam global.
Apresiasi itu disampaikan secara resmi saat Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini, dan Grand Mufti Mesir, Nadhir Muhammad Ayyadh, menerima delegasi ASFA Foundation, Minggu, 8 Februari 2026.
Apresiasi itu disampaikan secara resmi saat Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini, dan Grand Mufti Mesir, Nadhir Muhammad Ayyadh, menerima delegasi ASFA Foundation, Minggu, 8 Februari 2026.

​Al-Azhar Kairo Apresiasi Peran Prabowo dan Haji Isam Kembangkan SDM Islam Moderat

09 Februari 2026 12:38
Jakarta: Petinggi Al-Azhar Kairo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas komitmen dalam percepatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul berhaluan moderat (wasathiyah). Penghargaan tersebut secara khusus ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam), atas dedikasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam global.

Apresiasi itu disampaikan secara resmi saat Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini, dan Grand Mufti Mesir, Nadhir Muhammad Ayyadh, menerima delegasi ASFA Foundation, Minggu, 8 Februari 2026.

Delegasi ASFA Foundation terdiri atas 45 peserta short course (pendidikan intensif) yang merupakan pimpinan pesantren dari 22 provinsi di Indonesia, serta 150 mahasiswa S2 dan S3 Universitas Al-Azhar yang menerima beasiswa Lazis ASFA.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Grand Syaikh dan Grand Mufti Mesir secara khusus menyoroti peran strategis pemimpin dan tokoh bangsa Indonesia. Keduanya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan besar pemerintah terhadap percepatan SDM menuju Indonesia Emas 2045, khususnya bagi ribuan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar.

“Dukungan ini sangat vital untuk melahirkan ulama yang mumpuni di masa depan,” ujar petinggi Al-Azhar tersebut.

Di sisi lain, Al-Azhar menilai Haji Isam memiliki kepedulian luar biasa melalui bantuan yang berkesinambungan bagi mahasiswa internasional.

"Kami mendoakan agar Allah senantiasa menjaga beliau (Haji Isam), serta memberikan kemudahan dan taufik dalam segala usahanya. Dukungan beliau terhadap program kolaborasi ASFA dan Al-Azhar sangat dirasakan manfaatnya,” ungkap Syaikh Ad-Duwaini.

Kerja sama erat antara Al-Azhar dan ASFA Foundation ini tidak lepas dari peran inisiator utama, Almarhum Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo. Selama tiga tahun terakhir, fondasi yang dibangun oleh Almarhum telah berkembang pesat melalui berbagai program strategis, mulai dari beasiswa, pelatihan, seminar, hingga riset kolaboratif.

Puncak dari sinergi ini terlihat nyata dengan diselenggarakannya wisuda internasional selama dua tahun berturut-turut, yakni pada November 2024 dan November 2025. Bekerja sama dengan ASFA, Al-Azhar menggelar wisuda akbar yang diikuti oleh lebih dari 1.900 wisudawan dari 46 negara. Konsistensi program ini menegaskan posisi ASFA Foundation dalam menjadikan pendidikan, kemanusiaan, dan perdamaian sebagai ikon unggulan.

Dalam nasihatnya kepada para kader ulama dan pimpinan pesantren, Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang komprehensif (mendalam) agar mampu menjawab tantangan kekinian.

“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan prinsip kehati-hatian dalam berfatwa. Ketergesaan tanpa pemahaman akar masalah, menurutnya, dapat mendorong umat pada kemunduran. Senada dengan itu, Grand Mufti Syaikh Nadhir Ayyadh menegaskan bahwa fatwa harus memberi kemudahan (taisir) namun tetap kokoh memegang prinsip syariat.

Ketua Lazis ASFA, Muchlis Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dari Haji Isam dan Ketua ASFA Foundation Junaidi Tirtanata. Ia menegaskan komitmen ASFA untuk terus menjadi mitra strategis Al-Azhar dalam melahirkan ulama kelas dunia. Dok. Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Prabowo Subianto Islam