Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria berinisial I (32), pelaku penipuan penjualan barang mewah senilai Rp506 juta.
Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria berinisial I (32), pelaku penipuan penjualan barang mewah senilai Rp506 juta.
Tersangka mengaku melakukan penipuan seolah-olah menjual mobil dengan menjadi polisi gadungan, terinspirasi dari profesi petugas patroli dan pengawalan (patwal) kementerian di gedung DPR RI.
Tersangka mengaku melakukan penipuan seolah-olah menjual mobil dengan menjadi polisi gadungan, terinspirasi dari profesi petugas patroli dan pengawalan (patwal) kementerian di gedung DPR RI.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Febri Isman Jaya mengatakan status I saat ini adalah tidak bekerja, namun wiraswasta. Uang yang diperoleh dari hasil menipu senilai Rp506 juta sudah dipakai hingga tidak bersisa.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Febri Isman Jaya mengatakan status I saat ini adalah tidak bekerja, namun wiraswasta. Uang yang diperoleh dari hasil menipu senilai Rp506 juta sudah dipakai hingga tidak bersisa.

Pernah Jadi Sopir di DPR, Polisi Gadungan Lakukan Penipuan Hingga Rp506 Juta

16 Agustus 2022 17:00
Jakarta: Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria berinisial I (32), pelaku penipuan penjualan barang mewah senilai Rp506 juta.

Tersangka mengaku melakukan penipuan seolah-olah menjual mobil dengan menjadi polisi gadungan, terinspirasi dari profesi petugas patroli dan pengawalan (patwal) kementerian di gedung DPR RI.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Febri Isman Jaya mengatakan status I saat ini adalah tidak bekerja, namun wiraswasta. Uang yang diperoleh dari hasil menipu senilai Rp506 juta sudah dipakai hingga tidak bersisa.

"Uang keuntungan hasil penipuannya telah dihabiskannya untuk berfoya-foya," ujar AKBP Febri Iman kepada wartawan, Selasa, 16 Agustus 2022.

Febri menjelaskan tersangka yang diketahui bekas sopir anggota dewan ini, juga mencoba meniru penampilan seorang polisi dengan membeli berbagai atribut kepolisian hingga membeli airsoft gun dari sebuah toko online untuk meyakinkan korbannya.

"Tersangka bahkan rela membeli atribut polisi senilai Rp1,5 juta," jelasnya.

Pelaku menipu seorang korbannya dengan menjanjikan penjualan sebuah mobil mewah senilai Rp506 juta hasil lelang di sebuah kementerian. Setelah korban mentransfer uang, pelaku justru menghilang hingga korban melaporkannya ke polisi.

Akibat ulahnya ini, tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun. MetroTV/Muhardi/Yurike Budiman

(KHL)

News penipuan polisi gadungan

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif