Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, menetapkan salah satu pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, berinisal MUH, Kepala Badan Kepegawaian dan Potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Buol, sebagai tersangka dalam kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021.
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, menetapkan salah satu pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, berinisal MUH, Kepala Badan Kepegawaian dan Potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Buol, sebagai tersangka dalam kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021.
"Dalam prakteknya, tersangka MUH melibatkan beberapa oknum atau orang swasta yang mempunyai peran masing-masing," ujar Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, dalam Konferensi Pers di Mapolda Sulteng, Senin, 25 April 2022.
Selain MUH, ada 6 orang tersangka lainnya yang ditetapkan Polda Sulteng, dalam pengungkapan ilegal akses CASN tahun 2021. Masing-masing berinisial NK, RK, IFP, ZR alias Rul, ZR alias Zul alias Junior, dan LM.
Selain MUH, ada 6 orang tersangka lainnya yang ditetapkan Polda Sulteng, dalam pengungkapan ilegal akses CASN tahun 2021. Masing-masing berinisial NK, RK, IFP, ZR alias Rul, ZR alias Zul alias Junior, dan LM.

Pejabat Buol Jadi Tersangka Kasus Kecurangan Seleksi CASN 2021

News CASN Curang Didiskualifikasi Kecurangan Tes CASN
25 April 2022 17:01
Palu: Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, menetapkan salah satu pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, berinisal MUH, Kepala Badan Kepegawaian dan Potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Buol, sebagai tersangka dalam kasus kecurangan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021.

"Dalam prakteknya, tersangka MUH melibatkan beberapa oknum atau orang swasta yang mempunyai peran masing-masing," ujar Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, dalam Konferensi Pers di Mapolda Sulteng, Senin, 25 April 2022.

MUH berperan membantu tersangka lain, dengan memberi akses masuk ke dalam ruang ujian CAT CASN 2021, untuk melakukan penginstalan aplikasi remot akses pada komputer yang akan digunakan peserta ujian, serta ikut menemani pelaku saat melakukan penginstalan.

Selain MUH, ada 6 orang tersangka lainnya yang ditetapkan Polda Sulteng, dalam pengungkapan ilegal akses CASN tahun 2021. Masing-masing berinisial NK, RK, IFP, ZR alias Rul, ZR alias Zul alias Junior, dan LM.

Mereka merupakan jaringan yang berkomplotan dengan beberapa pelaku di luar Sulteng. Hal itu terungkap dalam konferensi pers tersebut, yang terhubung secara virtual dengan dengan Polda Sulbar, Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Tana Toraja, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Polres Enrekang.

Menurut Kabid Humas Polda Sulteng yang didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Ilham Saparona, keberhasilan Polda Sulteng dalam mengungkap tindak pidana di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), ujian seleksi penerimaan CASN, Pemerintah Kabupaten Buol tahun 2021, setelah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan yang masuk, dengan nomor : LP/338/XII/202 /SULTENG/RES- BUOL Tanggal 15 Desember 2021, yang dilaporkan Nurlela, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Buol, Sulteng.

"Perkara ilegal akses ditangani Polda Sulteng sejak Desember 2021, setelah Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng menerima laporan dari salah satu pejabat di Pemerintah Kabupaten Buol," ungkap Didik Supranoto.

Mereka terlibat dalam dugaan kecurangan saat penyelenggaraan seleksi CASN, yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 20 September 2021 lalu, dengan cara ilegal akses menggunakan aplikasi remote akses jarak jauh, sebagaimana melanggar ketentuan Pasal 27 sampai 33 UU ITE. Juga merujuk pada Pasal 46 Ayat 1 Jo Pasal 30 Ayat (1) dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Jo Pasal 32 AYAT (1), dan/atau Pasal 50 Jo Pasal 34 Ayat (1) Huruf A UU RI Nomor 19 Tahun 2016, Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang terjadi di wilayah Hukum Polda Sulteng, dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,-

Hingga kini, Polda Sulteng masih mengamankan 4 orang tersangka dalam tahanan Mapolda Sulteng. Sementara 2 orang tersangka diamankan di tahanan Polres Luwu, Sulsel. Sedangkan 2 tersangka lainnya, yakni LM dan MUH, ditangguhkan penahanannya dengan pertimbangan kesehatan. MI/Mitha Meinansi

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif