Warga Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dihebohkan oleh penemuan diduga benda bersejarah.
Warga Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dihebohkan oleh penemuan diduga benda bersejarah.
?Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Dinas Bina Marga mencoba mengangkat benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut.
?Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Dinas Bina Marga mencoba mengangkat benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut. "Penemuan batu sejarah ini akan kita proses dan diteliti lebih lanjut. Jika memang benar batu bersejarah, batu tersebut akan kita tempatkan di museum cagar budaya," katanya.
Menurut Tri, benda tersebut sangat mirip dengan batu purbakala era kesultanan Banten Abad ke-17. Dimana batu tersebut biasa dipergunakan masyarakat untuk memeras tebu dalam memproduksi gula pada masa itu.
Menurut Tri, benda tersebut sangat mirip dengan batu purbakala era kesultanan Banten Abad ke-17. Dimana batu tersebut biasa dipergunakan masyarakat untuk memeras tebu dalam memproduksi gula pada masa itu.

Batu Purbakala Hebohkan Warga Teluk Pucung Bekasi

News sejarah Bekasi
25 Juni 2022 20:52
Jakarta: Warga Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dihebohkan oleh penemuan diduga benda bersejarah.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Dinas Bina Marga mencoba mengangkat benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut.

"Penemuan batu sejarah ini akan kita proses dan diteliti lebih lanjut. Jika memang benar batu bersejarah, batu tersebut akan kita tempatkan di museum cagar budaya," kata Tri Adhianto, Sabtu, 25 Juni 2022.

Ia menjelaskan, dari informasi dari warga setempat, keberadaan batu purbakala itu sudah ada sejak zaman dahulu atau jauh sebelum warga mendirikan bangunan rumah.

Adapun untuk berat utuh batu tersebut belum diketahui, namun satu batu yang tanggal saja diperlukan mobil Dinas Bina Marga untuk mengangkatnya.

Menurut Tri, benda tersebut sangat mirip dengan batu purbakala era kesultanan Banten Abad ke-17. Dimana batu tersebut biasa dipergunakan masyarakat untuk memeras tebu dalam memproduksi gula pada masa itu.

Kegiatan penggilingan tebu itu dikelola oleh orang-orang Tionghoa di daerah Pecinan, Kelapadua. Sedangkan hasilnya dijual ke Batavia untuk selanjutnya diekspor ke Tiongkok dan Jepang.

"Alat produksi gula pada masa itu menggunakan batu penggilingan. Masyarakat Banten tempo dulu menyebutnya kilang yang digerakkan oleh hewan sapi," pungkasnya. Foto: Pemkot Bekasi (RK)

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif