Pengembangan industri pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai diarahkan pada penguatan ketersediaan bahan baku dan peningkatan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu rencana yang disampaikan ialah pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan dukungan peremajaan tanaman di daerah tersebut.
Pengembangan industri pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai diarahkan pada penguatan ketersediaan bahan baku dan peningkatan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu rencana yang disampaikan ialah pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan dukungan peremajaan tanaman di daerah tersebut.
”Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan replanting kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini. Itu janji saya,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2026.
”Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan replanting kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini. Itu janji saya,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Senin, 2 November 2026. Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Sukardi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Senin, 2 November 2026. Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Sukardi.
Jerry menyebut kelompok usahanya saat ini memiliki tiga pabrik pengolahan kelapa dan berencana menambah dua pabrik pada 2027. Kapasitas pengolahan yang ditargetkan mencapai dua juta butir kelapa per hari.
Jerry menyebut kelompok usahanya saat ini memiliki tiga pabrik pengolahan kelapa dan berencana menambah dua pabrik pada 2027. Kapasitas pengolahan yang ditargetkan mencapai dua juta butir kelapa per hari.

​Beasiswa dan Pengembangan Kelapa Warnai Kegiatan di Unram

04 November 2026 12:25
Jakarta: Pengembangan industri pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai diarahkan pada penguatan ketersediaan bahan baku dan peningkatan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu rencana yang disampaikan ialah pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan dukungan peremajaan tanaman di daerah tersebut.

Pendiri Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan realisasi rencana pembangunan pabrik membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam memperluas areal perkebunan dan melakukan peremajaan tanaman kelapa.

”Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan replanting kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini. Itu janji saya,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Senin, 2 November 2026. Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Sukardi.

Jerry menyebut kelompok usahanya saat ini memiliki tiga pabrik pengolahan kelapa dan berencana menambah dua pabrik pada 2027. Kapasitas pengolahan yang ditargetkan mencapai dua juta butir kelapa per hari.

Menurut dia, pengembangan industri kelapa perlu diikuti pemanfaatan seluruh bagian tanaman agar menghasilkan produk bernilai tambah. Sabut kelapa dapat diolah menjadi material bangunan, tempurung menjadi arang dan karbon, sedangkan daging kelapa dapat diproses menjadi minyak goreng, santan, dan kelapa parut kering (*desiccated coconut*).

Air kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai minuman maupun bahan baku industri.

”Produk turunan kelapa itu sangat banyak. Dari sabut, tempurung, daging, sampai airnya, semua bisa menjadi produk industri. Bahkan, arang tempurung kelapa sekarang banyak dicari untuk kebutuhan industri di luar negeri,” urai Jerry.

Namun, pengembangan industri tersebut membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan. Jerry menilai peremajaan tanaman perlu dilakukan karena sejumlah perkebunan kelapa telah memiliki tanaman berusia tua dengan produktivitas yang menurun.

Ia juga mendorong penggunaan bibit unggul dan teknik budidaya yang lebih baik. Salah satu contoh yang disampaikan ialah uji coba penanaman kelapa di lahan seluas 50 hektare di Jailolo, Maluku Utara.

”Dalam uji coba kami, kelapa bisa mulai berbuah pada umur tiga tahun,” katanya.

Perguruan Tinggi Dilibatkan

Selain peremajaan perkebunan, Jerry mengusulkan kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk melibatkan mahasiswa dalam pengelolaan perkebunan kelapa.

Ia mengusulkan pola tanam tumpang sari agar lahan di antara tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk komoditas berumur pendek, seperti jagung, cabai, kacang panjang, dan buncis. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik sekaligus hasil pertanian sebelum tanaman kelapa memasuki masa panen.

Jerry juga mengusulkan agar hasil panen mahasiswa dihubungkan dengan pasar yang tersedia, termasuk kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

”Kepastian pasar akan membantu mahasiswa mengembangkan kegiatan pertanian menjadi usaha yang berkelanjutan,” tambahnya.

Beasiswa untuk Mahasiswa

Dalam kegiatan yang sama, Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyerahkan Beasiswa Kelapa 2026 kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Unram.

Jerry mengatakan jumlah penerima manfaat program pendidikan yayasannya ditargetkan mencapai 2.000 orang hingga akhir 2026 dan meningkat menjadi 3.000 orang pada 2027.

”Dua tahun lalu kami baru membiayai sekitar 500 siswa. Sampai akhir tahun ini target kami 2.000 orang. Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah 1.000 lagi sehingga kesempatan memperoleh pendidikan semakin luas,” ujarnya.

Rektor Unram Sukardi mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyebut lebih dari 40 persen mahasiswa Unram membayar uang kuliah tunggal (UKT) antara Rp500.000 dan Rp1 juta, sedangkan sekitar 900 mahasiswa memperoleh fasilitas UKT nol rupiah.

”Harapan kami, jangan sampai cita-cita mahasiswa pupus hanya karena keterbatasan. Dukungan seperti ini sangat berarti untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan,” ujar Sukardi.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong mahasiswa pertanian agar turut mengembangkan sektor pertanian melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani untuk meningkatkan daya saing pertanian daerah.

Pengembangan industri kelapa di NTB diharapkan dapat berjalan seiring dengan peremajaan perkebunan dan penguatan pendidikan pertanian, sehingga memberi nilai tambah bagi hasil perkebunan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dok. Universitas Mataram

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MUM)

News Beasiswa Kelapa