Dalam aktivitasnya sebagai driver online, ia mengaku kerap dihadapkan pada situasi tak terduga yang membutuhkan kepekaan serta keahlian medis.
Dalam aktivitasnya sebagai driver online, ia mengaku kerap dihadapkan pada situasi tak terduga yang membutuhkan kepekaan serta keahlian medis.
“Saya senang bisa menolong banyak orang, terutama yang membutuhkan penanganan medis. Saya sudah tidak ingat berapa kali membantu. Tapi pengalaman menolong persalinan di dalam mobil itu sangat berkesan,” tuturnya.
“Saya senang bisa menolong banyak orang, terutama yang membutuhkan penanganan medis. Saya sudah tidak ingat berapa kali membantu. Tapi pengalaman menolong persalinan di dalam mobil itu sangat berkesan,” tuturnya.

​Cerita Rosa: Dokter yang jadi Driver Online dan Selamatkan Persalinan Darurat

26 Januari 2026 22:05
Surabaya: Seperti rutinitas yang telah dijalani selama beberapa bulan terakhir, Dokter Rosa, mitra pengemudi GrabCar, mulai mengaktifkan aplikasi setelah Magrib atau Isya.

Waktu tersebut ia pilih setelah seluruh tanggung jawab rumah tangga rampung. Pekerjaan utama selesai, anak-anak terurus, dan rumah dalam keadaan tenang. Pada Senin, 19 Januari 2026 malam, Rosa kembali memulai aktivitas on-bid, memanfaatkan waktu luangnya sebagai driver online yang telah ia tekuni sejak Oktober 2025.

“Pada akhirnya saya memilih menyalurkan waktu dengan menjadi driver online. Lumayan untuk tambahan jajan anak-anak. Selain itu, saya bisa bertemu banyak orang, menambah wawasan, bahkan membantu mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Menurut Rosa, GrabCar menjadi pilihannya karena sistem aplikasi yang dinilai ramah, baik bagi mitra pengemudi maupun penumpang. Dalam aktivitasnya sebagai driver online, ia mengaku kerap dihadapkan pada situasi tak terduga yang membutuhkan kepekaan serta keahlian medis.

“Saya senang bisa menolong banyak orang, terutama yang membutuhkan penanganan medis. Saya sudah tidak ingat berapa kali membantu. Tapi pengalaman menolong persalinan di dalam mobil itu sangat berkesan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kondisi kehamilan penumpang tersebut tergolong kebobolan. Sang ibu tidak mengetahui usia kehamilan karena tidak pernah menjalani pemeriksaan medis dan secara fisik juga tidak tampak seperti sedang hamil.

Menanggapi peristiwa tersebut, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kejadian di Surabaya itu mencerminkan nilai kemanusiaan, kepedulian, serta profesionalisme yang tumbuh di dalam ekosistem Grab.

“Fakta bahwa mitra pengemudi kami juga merupakan tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian yang beragam untuk memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat, bahkan dalam situasi yang tidak terduga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Grab Dokter Spesialis