Tiga anak dari petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menerima bantuan pendidikan untuk mendukung keberlanjutan sekolah mereka.
Tiga anak dari petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menerima bantuan pendidikan untuk mendukung keberlanjutan sekolah mereka.
Selain itu, keluarga juga menerima bantuan sembako dan dukungan ekonomi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan anggota keluarga.
Selain itu, keluarga juga menerima bantuan sembako dan dukungan ekonomi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan anggota keluarga.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Langkah Berdampak yang dijalankan Kahf bersama sejumlah mitra dalam merespons kebutuhan penanganan dan dampak karhutla.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Langkah Berdampak yang dijalankan Kahf bersama sejumlah mitra dalam merespons kebutuhan penanganan dan dampak karhutla.

Anak Petugas Damkar yang Gugur Tangani Karhutla Dapat Bantuan Pendidikan

03 November 2026 21:40
Barito Kuala: Tiga anak dari petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menerima bantuan pendidikan untuk mendukung keberlanjutan sekolah mereka.
‎
‎Bantuan tersebut disalurkan Kahf, di bawah naungan ParagonCorp, sebagai bentuk dukungan bagi keluarga almarhum Nurdin. Bantuan pendidikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, mulai dari pembayaran SPP, pembelian buku, hingga seragam.
‎
‎Selain itu, keluarga juga menerima bantuan sembako dan dukungan ekonomi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan anggota keluarga.
‎
‎Director of Corporate Affairs ParagonCorp Astri Wahyuni mengatakan, dukungan bagi keluarga terdampak perlu tetap diberikan setelah masa darurat berakhir.
‎
‎“Kami menyampaikan rasa hormat kepada almarhum Bapak Nurdin yang telah gugur saat menjaga sesama dan juga keluarga yang kehilangan. Tentunya bantuan yang kami berikan tidak akan bisa mengobati luka yang dirasakan keluarga. Namun semoga ini bisa sedikit meringankan beban, mengingat anak-anak Almarhum masih memiliki kebutuhan pendidikan yang panjang,” ujar Astri.
‎
‎Bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Langkah Berdampak yang dijalankan Kahf bersama sejumlah mitra dalam merespons kebutuhan penanganan dan dampak karhutla.
‎
‎Sebelumnya, inisiatif tersebut juga mencakup dukungan peralatan *nozzle* tancap tanah untuk membantu pemadaman api di lahan gambut bersama Rumah Zakat, serta penyaluran alat pelindung diri (APD) bagi petugas bersama BPBD di Palangka Raya.
‎
‎Dalam penyaluran bantuan di Barito Kuala, pemerhati pendidikan yang juga Dosen Teknik Metalurgi ITB, Imam Santoso, turut hadir dan berbincang dengan keluarga almarhum. Ia menilai keberlanjutan pendidikan menjadi hal penting bagi ketiga anak Nurdin.
‎
‎“Hari ini saya datang ke Barito Kuala bersama Kahf untuk bertemu keluarga Bapak Nurdin, yang gugur saat bertugas memadamkan karhutla. Bagi saya, pendidikan adalah bekal paling penting untuk anak. Karena itu, saya senang bisa menyaksikan dukungan bagi ketiga anaknya agar tetap dapat melanjutkan sekolah,” ujar Imam.
‎
‎Ia juga menyampaikan harapan agar anak-anak almarhum dapat terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka.
‎
‎“Berbincang dengan keluarga ini membuat saya melihat bahwa yang ditinggalkan juga pejuang. Ada istri yang sekarang melanjutkan peran di rumah, dan ada anak yang tetap punya mimpi. Perjuangan almarhum tidak berhenti, melainkan diteruskan oleh keluarganya. Semoga nanti adik bisa sekolah tinggi dan sukses dan bisa melanjutkan mimpi ayah untuk bermanfaat dan menolong orang banyak,” ujar Imam.
‎
‎Melalui inisiatif tersebut, dukungan diberikan tidak hanya kepada petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla, tetapi juga keluarga yang terdampak. Kolaborasi dengan BPBD, Rumah Zakat, dan berbagai pihak diharapkan dapat menjangkau kebutuhan yang berbeda dalam penanganan maupun pemulihan setelah karhutla. Dok. MI/Rudi Kurniawansyah


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MUM)

News Karhutla