Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 39 orang meninggal akibat bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 39 orang meninggal akibat bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Data korban jiwa per hari ini tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13 orang," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis, 9 Desember 2021.
Aam mengatakan petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal. Sedangkan untuk pencarian korban hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu enam hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.
Aam mengatakan petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal. Sedangkan untuk pencarian korban hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu enam hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.
Jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru terus mengalami peningkatan. Ratusan posko tersebar di tiga kabupaten yakni Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang.
Jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru terus mengalami peningkatan. Ratusan posko tersebar di tiga kabupaten yakni Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang.
BNPB mencatat total jumlah penyintas sebanyak 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.
BNPB mencatat total jumlah penyintas sebanyak 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.
Kemudian akibat erupsi tersebut berdampak pada aset warga seperti rumah warga dan hewan ternak. Berdasarkan data sementara rumah terdampak sebanyak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor.
Kemudian akibat erupsi tersebut berdampak pada aset warga seperti rumah warga dan hewan ternak. Berdasarkan data sementara rumah terdampak sebanyak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor.

Update Erupsi Semeru: 39 Orang Meninggal dan 13 Hilang

09 Desember 2021 14:59
Lumajang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 39 orang meninggal akibat bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Data korban jiwa per hari ini tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13 orang," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis, 9 Desember 2021.

Aam mengatakan petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal. Sedangkan untuk pencarian korban hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu enam hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.

Jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru terus mengalami peningkatan. Ratusan posko tersebar di tiga kabupaten yakni Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang.

BNPB mencatat total jumlah penyintas sebanyak 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.

Kemudian akibat erupsi tersebut berdampak pada aset warga seperti rumah warga dan hewan ternak. Berdasarkan data sementara rumah terdampak sebanyak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor. AFP Photo/Adek Berry/Juni Kriswanto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

News bencana alam Erupsi Gunung gunung semeru Gunung Semeru Erupsi