Aceh: Aktivitas mudik di berbagai terminal bus dalam kawasan Provinsi Aceh hingga H-10 Lebaran 2024, masih terlihat sepi. Tidak ada keramaian penumpang dan kesibukan awak bus terkait menghadapi Idul Fitri 1445 H.
Bahkan mulai subuh menjelang pagi hingga menjelang siang suasana di pelataran terminal antar kota antar provinsi tampak lengang. Kondisi demikian mewarnai terminal tipe B Kota Sigli Kabupaten Pidie, Terminal tipe B Lhokseumawe Kota Lhok Seumawe dan terminal tipe A Banda Aceh Ibukota Provinsi Aceh.
Amatan Media Indonesia, Minggu, 31 Maret 2024 di terminal tipe B Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie misalnya, tidak ada gelombang penumpang pulang atau bepergian jauh. Untuk penumpang pulang dari luar Aceh seperti Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Palembang dan Lampung masih sepi.
Kondisi serupa juga untuk perantau dari Pulau Jawa, Kalimantan dan Papua yang hendak pulang mudik ke kampung halamannya di bumi berjulukan Serambi Mekkah. Lalu warga luar daerah yang bekerja di Aceh juga belum berangkat mudik ke daerah asalnya.
Dedy, supir bus berbadan lebar Putra Pelangi kepada mengatakan masih sepi penumpang yang hendak mudik pulang ke Aceh atau sebaliknya. Hanya sebagian kecil saja mereka yang bepergian antar Provinsi. Itupun mereka yang bepergian keperluan lain seperti pedagang atau perjalanan tugas kerja luar daerah.
"Masih sepi penumpang bepergian jauh. Bahkan lebih sepi dari hari-hari biasa sebelum Ramadhan" tutur Dedy.
Dikatakan Dedy, sebagaimana musim mudik tahun-tahun sebelumnya, biasanya arus penumpang mulai ramai pada H-5 menjelang Idul Fitri. Itu juga berdasarkan jumlah pesanan ticket dan antrean calon penumpang.
"Biasanya memasuki hari ke 25 bulan puasa sudah mulai ramai. Arus lalulintas di sepanjang jalur nasional Banda Aceh, Provinsi Aceh-Medan, Sumatera Utara, juga pada sekali" tambah Edy.
Budayawan Aceh, M Adli Abdullah kepada Media Indonesia menuturkan, warga Aceh yang merantau di berbagai penjuru provinsi lain dan luar negeri sudah menjadi tradisi woe u gampoeng (mudik) saat Idul Fitri tiba. Tujuannya mereka ingin bersama orang tua dan bersilaturrahmi ketika Lebaran tiba.
Lalu sudah menjadi tradisi melakukan ziarah, kenduri di pemakaman sanak keluarga dan kenduri syukuran setahun sekali dengan mengambil berkah musim Lebaran. Dimana pada Lebaran Idul Fitri mereka ramai-ramai berada di kampung kelahirannya.
"Lebaran mengambil berkah untuk menikah penganti baru kenduri syukuran dan saling berkumpul. Maka Lebaran di Aceh sampai hari ke tujuh cukup meriah di peringati," tutur Dosen Hukum Adat USK itu. MI/Amiruddin Abdullah Reubee Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News