Jakarta: Hingga hari ketiga operasional haji 1443 Hijriah/2022 Masehi, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah merawat empat jemaah calon haji yang sakit.
"Di hari ketiga ada empat pasien, dua rawat inap dan dua rawat jalan" kata Ketua KKHI Madinah Enny Nuryanti seperti dikutip dari Media Center Haji di Madinah, Senin, 6 Juni 2022.
Enny menjelaskan pasien rawat inap tersebut, karena ada keluhan sesak dan didiagnosa bronkitis dengan dehidrasi sedang serta seorang lagi dengan Ca serviks dengan keluhan nyeri kepala.
Sedangkan pasien yang rawat jalan seorang karena kaki melepuh dan lainnya, karena jamur. Kemungkinan karena pemakaian baju terlalu lama. Keduanya sudah dikembalikan ke kloter masing-masing.
Enny mengatakan KKHI Madinah diperkuat oleh 76 petugas terdiri atas 15 dokter umum, 15 dokter spesialis, 20 perawat dan selebihnya tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, KKHI juga dilengkapi peralatan yang memadai untuk merawat jemaah yang sakit. Selain di KKHI, setiap kloter juga didampingi oleh seorang dokter dan perawat. Di setiap sektor juga disediakan ambulans.
KKHI membagi tiga kategori jemaah risiko tinggi, yaitu berusia 60 tahun ke atas dengan komorbid, usia 60 tahun ke bawah dengan satu komorbid dan 60 tahun ke bawah dengan dua komorbid.
Untuk memantau pasien risiko tinggi (risti), sebanyak 3.000 jamaah risti dibekali gelang yang terkoneksi dengan TeleJamaah, aplikasi yang dapat mempermudah petugas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji berisiko tinggi. MI/Susanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News