Suasana hangat dan penuh gagasan terasa dalam debat kedua Calon Ketua Umum BPP HIPMI pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 23 Mei 2026.
Suasana hangat dan penuh gagasan terasa dalam debat kedua Calon Ketua Umum BPP HIPMI pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, salah satu calon ketua umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, menilai sektor pariwisata memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat karena mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat pelaku usaha kecil.
Dalam forum tersebut, salah satu calon ketua umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, menilai sektor pariwisata memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat karena mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat pelaku usaha kecil.

Bali Jadi Ruang Diskusi Pengusaha Muda tentang Masa Depan Pariwisata Indonesia

24 Mei 2026 12:21
Jakarta: Suasana hangat dan penuh gagasan terasa dalam debat kedua Calon Ketua Umum BPP HIPMI pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 23 Mei 2026.

Di tengah pertemuan para pengusaha muda dari berbagai daerah, isu pariwisata menjadi salah satu topik yang banyak mendapat perhatian.

Pulau Bali yang selama ini dikenal sebagai wajah pariwisata Indonesia dinilai mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam forum tersebut, salah satu calon ketua umum BPP HIPMI, Reynaldo Bryan, menilai sektor pariwisata memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat karena mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat pelaku usaha kecil.

“Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memicu percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” kata paparan Reynaldo saat debat.

Menurut dia, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari tumbuhnya usaha masyarakat seperti kuliner, homestay, hingga penjualan produk lokal.

“Tahun 2025 sektor pariwisata kita mencatat rekor gemilang dengan kunjungan sekitar 15,39 juta wisatawan mancanegara,” paparnya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata pada 2025 telah menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 4 hingga 4,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Meski Bali masih menjadi destinasi utama, pengembangan pariwisata dinilai perlu diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” jelasnya.

Menurut dia, penguatan budaya lokal, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan konektivitas menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.

Dalam debat tersebut, Bali juga disebut sebagai contoh bagaimana sektor pariwisata dapat tumbuh berdampingan dengan ekonomi masyarakat lokal.

“Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” ujarnya.

Munas HIPMI tahun ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi gagasan antarcalon pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya berbagai pandangan mengenai masa depan ekonomi daerah, termasuk bagaimana pariwisata dapat menjadi jalan tumbuhnya usaha masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. Dok. Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Pariwisata pariwisata indonesia Pengusaha