Prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 (Taifib) Korps Marinir menaikkan perahu karet ke atas KRI Gilimanuk-531 di Dermaga Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021.
Prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 (Taifib) Korps Marinir menaikkan perahu karet ke atas KRI Gilimanuk-531 di Dermaga Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021.
Kegiatan tersebut untuk persiapan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu.
Kegiatan tersebut untuk persiapan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu.
TNI AL mengerahkan tujuh KRI untuk membantu pencarian (Search and Resque, SAR) untuk pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. Ketujuh KRI tersebut adalah KRI Teluk Gilimanuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut -866, dan KRI Tengiri.
TNI AL mengerahkan tujuh KRI untuk membantu pencarian (Search and Resque, SAR) untuk pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. Ketujuh KRI tersebut adalah KRI Teluk Gilimanuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut -866, dan KRI Tengiri.
Petugas juga mendirikan tenda posko di Dermaga Pelabuhan JICT 2, Jakarta sebagai persiapan proses pencarian Sriwijaya Air SJY 182.
Petugas juga mendirikan tenda posko di Dermaga Pelabuhan JICT 2, Jakarta sebagai persiapan proses pencarian Sriwijaya Air SJY 182.

Bantu Pencarian Sriwijaya Air, TNI AL Kerahkan Tujuh KRI

News pesawat hilang Pesawat Jatuh sriwijaya air
09 Januari 2021 21:36
Jakarta: TNI Angkatan Laut mengerahkan tujuh KRI untuk membantu pencarian (Search and Resque, SAR) untuk pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY-182 yang hilang kontak Sabtu, 9 Januari 2021.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono di Jakarta, mengatakan KRI yang dikerahkan yakni dari Jajaran Koarmada I dan Lantamal III, di antaranya KRI Teluk Gilimanuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut -866, dan KRI Tengiri.

"Dan dua Sea Rider Kopaska serta dua kapal tunda yakni TD Galunggung dan Malabar," kata dia.

Selain itu, TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 di KRI Bontang yang posisinya bersandar dermaga JICT Jakarta, armada ini juga siap untuk mendukung operasi SAR.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-218 take off dari Bandara Sukarno Hatta pada pukul 13.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.15 WIB.

Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada pukul 14.40 WIB pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. 

Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. MI/Andri Widiyanto

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif