Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan proses nekropsi terhadap bangkai gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak yang mati mendadak di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya, Aceh.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan proses nekropsi terhadap bangkai gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak yang mati mendadak di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya, Aceh.
Personel Kepolisian Polres Aceh Jaya mempelihatkan belalai bangkai gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak yang mati mendadak saat proses identifikasi di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya.
Personel Kepolisian Polres Aceh Jaya mempelihatkan belalai bangkai gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak yang mati mendadak saat proses identifikasi di kawasan Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya.
Gajah jinak jantan yang berusia 34 tahun dan diberi nama Olo tersebut ditemukan mati mendadak sekitar pukul 11.00 WIB.
Gajah jinak jantan yang berusia 34 tahun dan diberi nama Olo tersebut ditemukan mati mendadak sekitar pukul 11.00 WIB.

Seekor Gajah Jinak di CRU Sampoiniet Mati Mendadak

News gajah mati
13 Agustus 2020 22:00
Aceh Jaya: Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh Jaya, Aceh, dilaporkan mati mendadak. 

Gajah jinak jantan yang berusia 34 tahun dan diberi nama Olo tersebut ditemukan mati mendadak sekitar pukul 11.00 WIB.

Olo mati sehari setelah peringatan Hari Gajah Sedunia yang diperingati pada 12 Agustus 2020.

BKSDA Aceh menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian Olo yang mendadak. Sebelumnya, kondisi gajah Olo disebut baik-baik saja dan kondisinya juga terlihat sehat.

CRU Sampoiniet merupakan salah satu dari tujuh CRU di Aceh yang ditugaskan untuk meminimalisir konflik gajah dan manusia yang marak terjadi di Aceh, dengan cara menghalau dan melakukan penggiringan terhadap gajah liar agar keluar dari pemukiman penduduk. ANTARA Foto/Syifa Yulinnas

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif