Ribuan orang berdemonstrasi di pusat kota Paris, Prancis, dalam unjuk rasa solidaritas menentang pemenggalan kepala seorang guru lantaran menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya, Minggu, 18 Oktober 2020. AFP Photo/Georges Gobet
Ribuan orang berdemonstrasi di pusat kota Paris, Prancis, dalam unjuk rasa solidaritas menentang pemenggalan kepala seorang guru lantaran menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya, Minggu, 18 Oktober 2020. AFP Photo/Georges Gobet
Perdana Menteri (PM) Prancis Jean Castex mengatakan Prancis tak takut dengan aksi pemenggalan itu. AFP Photo/Bertrand Guay
Perdana Menteri (PM) Prancis Jean Castex mengatakan Prancis tak takut dengan aksi pemenggalan itu. AFP Photo/Bertrand Guay
Castex didampingi oleh Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer, Wali Kota Paris Anne Hidalgo, Menteri Dalam Negeri junior Marlene Schiappa yang mengatakan dia ada di sana
Castex didampingi oleh Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer, Wali Kota Paris Anne Hidalgo, Menteri Dalam Negeri junior Marlene Schiappa yang mengatakan dia ada di sana "untuk mendukung para guru, sekularisme, kebebasan berekspresi". AFP Photo/Bertrand Guay
Para pengunjuk rasa di Place de la Republique mengangkat tinggi poster yang menyatakan:
Para pengunjuk rasa di Place de la Republique mengangkat tinggi poster yang menyatakan: "Tidak untuk totalitarianisme pemikiran" dan "Saya adalah seorang guru" untuk mengenang rekan yang terbunuh, Samuel Paty. AFP Photo/Georges Gobet
Beberapa meneriakkan
Beberapa meneriakkan "Saya Samuel", menggemakan seruan "Saya adalah Charlie", yang disuarakan ke seluruh dunia setelah pria bersenjata membunuh 12 orang karena majalah satir Charlie Hebdo pada tahun 2015. AFP Photo/Georges Gobet
Serangan Charlie Hebdo pada 2015 memicu gelombang kekerasan dan memaksa Prancis berdiskusi secara nasional tentang tempat Islam dalam masyarakat sekuler. AFP Photo/Georges Gobet
Serangan Charlie Hebdo pada 2015 memicu gelombang kekerasan dan memaksa Prancis berdiskusi secara nasional tentang tempat Islam dalam masyarakat sekuler. AFP Photo/Georges Gobet
Setelah pembantaian di majalah tersebut, sekitar 1,5 juta orang berkumpul di Place de la Republique yang sama untuk mendukung kebebasan berekspresi. AFP Photo/Bertrand Guay
Setelah pembantaian di majalah tersebut, sekitar 1,5 juta orang berkumpul di Place de la Republique yang sama untuk mendukung kebebasan berekspresi. AFP Photo/Bertrand Guay

Kasus Pemenggalan Guru di Paris Picu Demo Besar-besaran

Internasional terorisme paris hilton
19 Oktober 2020 11:28
Paris: Ribuan orang berdemonstrasi di pusat kota Paris, Prancis, dalam unjuk rasa solidaritas menentang pemenggalan kepala seorang guru lantaran menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya, Minggu, 18 Oktober 2020.

Perdana Menteri (PM) Prancis Jean Castex mengatakan Prancis tak takut dengan aksi pemenggalan itu.

Castex didampingi oleh Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer, Wali Kota Paris Anne Hidalgo, Menteri Dalam Negeri junior Marlene Schiappa yang mengatakan dia ada di sana "untuk mendukung para guru, sekularisme, kebebasan berekspresi".

Para pengunjuk rasa di Place de la Republique mengangkat tinggi poster yang menyatakan: "Tidak untuk totalitarianisme pemikiran" dan "Saya adalah seorang guru" untuk mengenang rekan yang terbunuh, Samuel Paty.

Beberapa meneriakkan "Saya Samuel", menggemakan seruan "Saya adalah Charlie", yang disuarakan ke seluruh dunia setelah pria bersenjata membunuh 12 orang karena majalah satir Charlie Hebdo pada tahun 2015.

Serangan Charlie Hebdo pada 2015 memicu gelombang kekerasan dan memaksa Prancis berdiskusi secara nasional tentang tempat Islam dalam masyarakat sekuler.

Setelah pembantaian di majalah tersebut, sekitar 1,5 juta orang berkumpul di Place de la Republique yang sama untuk mendukung kebebasan berekspresi. AFP Photo/Georges Gobet/Bertrand Guay

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif