Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford
Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford
Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford
Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford
Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford
Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford

Kabar Baik Hari Ini Datang dari Jokowi Hingga Universitas Stanford

Grafis Virus Korona
13 April 2020 18:37
Jakarta: Kabar baik datang dari mana saja dan bersumber dari siapa saja. Kali ini ada beberapa kabar baik yang langsung diumumkan Presiden Joko Widodo. Baik itu terkait langsung dengan pencegahan virus korona (covid-19) hingga bantuan langsung untuk warga agar mereka tetap tak kekurangan selama masa pembatasan jarak dan sosial.

Dari luar negeri, sejumlah universitas juga terus berupaya mencari cara agar covid-19 tak terus menebar ketakutan. Salah satunya datang dari Universitas Stanford di Amerika Serikat. Sejumlah ilmuwan di sana berhasil menciptakan tes antibodi covid-19.

Penasaran seperti apa rincian beritanya? Silakan disimak lima berita baik dan menebar optimistis yang tayang pada Senin, 13 April 2020, di Medcom.id.

1. Jokowi Sebut 3 Alat Tes Covid-19 dari Swiss Segera Beroperasi

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendatangkan 18 alat polymerase chain reaction (PCR) untuk pengecekan tes covid-19 (korona). Alat segera bisa digunakan.
 
"Saya sangat menghargai pengadaan 18 buah alat tes PCR yang dilakukan Kementerian BUMN yang minggu ini saya kira 1 hingga 3 alat itu sudah bisa diinstal," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2020.
 
Alat itu diharapkan bisa memeriksa 9.000 spesimen per hari. Jokowi juga berharap tes PCR bisa diperluas jangkauannya.

2. Korona Membawa Berkah Bagi Perajin Gerabah

Pandemi virus korona covid-19 menjadi berkah bagi perajin gerabah di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Padasan jadi barang yang banyak dicari orang untuk tempat air cuci tangan.
 
"Pesanan naik seratus persen lebih. Barangnya (padasan) kosong semua. Biasanya (pesanan) paling hanya puluhan ini bisa sampai dua ratus lebih. Ini karena ada korona (padasan) untuk cuci tangan," kata salah satu perajin gerabah di Desa Mayong Lor, Senin, 13 April 2020.

3. Bahan Pokok Aman, Jangan Panic Buying

Kebutuhan bahan pokok selama wabah covid-19, serta memasuki bulan puasa dan Idulfitri dipastikan terjamin. Berbagai langkah sudah dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag), antara lain bersinergi dengan Satgas Pangan, BUMN, dan industri.
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pemerintah terus menstabilisasi harga dan memastikan berbagai kebutuhan bahan pokok terjamin di pasar. Antara lain mendorong industri untuk mempercepat produksi gula konsumsi yang kebutuhannya terus naik.
 
Oleh karena itu, pemerintah melakukan pemantauan kepada pabrik gula rafinasi yang sudah mendapat penugasan khusus untuk memproduksi gula konsumsi atau gula kristal putih (GKP) agar stok tersedia juga harga lebih stabil mencapai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yakni Rp12.500 per kilogram (kg).

4. Sudah 1,43 Juta Orang Daftar Kartu Prakerja

Pemerintah mencatat sebanyak 1.432.133 orang telah melakukan registrasi program kartu prakerja hingga Minggu sore, 12 April 2020. Dari total data tersebut, yang sudah melakukan verifikasi email sebanyak 1.063.028 (73,85 persen), telah verifikasi NIK 624.090 (43,65 persen), dan telah mengambil program pelatihan atau join batch sebanyak 77.834 (5,43 persen).
 
"Dari total yang telah registrasi sebanyak 1,4 juta itu, pernah dalam satu menit, pendaftar Kartu Prakerja mencapai 80 ribu orang pada saat yang bersamaan, sehingga kapasitas server akhirnya ditingkatkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 13 April 2020.

5. Ilmuwan Stanford Ciptakan Tes Antibodi Covid-19

Sekelompok ilmuwan dari Universitas Stanford di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menciptakan sebuah tes antibodi virus korona (covid-19). Tes ini diklaim dapat memperlihatkan apakah seseorang terjangkit covid-19 atau tidak.
 
Diciptakan oleh tim Stanford Medicine, tes terbaru ini dapat mendeteksi sejumlah antibodi yang diciptakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan SARS-Cov-2, varian baru virus korona yang menyebabkan covid-19.
 
Menurut Stanford Medicine, hasil pemeriksaan dari tes terbaru ini dapat keluar antara dua hingga tiga hari. Tim menggunakan sampel dari sejumlah pasien covid-19 dan plasma darah balita (yang tidak mengandung SARS-Cov-2) sebagai pengontrol untuk memverifikasi hasil tes.
(BEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif