Jakarta: Informasi mengenai evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia menjadi perhatian di tengah dinamika pasar saham. Founder dan CEO Astronacci International, Prof Gema Goeyardi, menilai informasi yang beredar mengenai faktor pemicu evaluasi tersebut perlu merujuk pada sumber yang jelas dan dapat diverifikasi.
Gema menyoroti informasi yang mengaitkan transaksi akuisisi saham PT BYAN dengan potensi perubahan status pasar modal Indonesia. Menurutnya, hubungan antara kedua hal tersebut perlu didukung keterangan resmi.
Ia menilai informasi mengenai pertimbangan MSCI perlu merujuk pada keterangan yang dapat ditelusuri.
“Kalau tidak ada yang tertulis, mungkin ada saya belum baca, tolong kasih ke saya," kata Gema, Rabu, 21 Oktober 2026.
Gema mengatakan transaksi akuisisi saham merupakan bagian dari aktivitas korporasi atau merger and acquisition (M&A). Karena itu, transaksi bisnis perlu dilihat sesuai konteksnya dan tidak serta-merta dikaitkan dengan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
“Makanya saya bilang, jangan berasumsi. Orang bahkan MSCI maunya apa aja kita nggak tahu,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi pasar modal secara proporsional, terutama di media sosial. Informasi yang tidak disertai konteks memadai dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap perkembangan pasar saham.
“Ayolah kita jangan membombardir media sosial yang sudah orangnya minim literasi, sekali nonton cuma lihat judulnya doang, tiga detik habis itu slide, slide, slide. Rusak ini nanti ekosistemnya, gitu,” ucapnya.
Pada 16 Oktober 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi denda total Rp2,1 triliun kepada tiga emiten, yakni PT DSSA, PT BREN, dan PT CUAN.
Gema turut menyoroti pentingnya ketepatan informasi ketika mengaitkan berbagai perkembangan di pasar modal. Ia mengingatkan masyarakat agar mencermati sumber dan konteks informasi sebelum mengambil keputusan investasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan. MI/Usman Iskandar Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News