Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dan disusun berdasarkan PSAK 117, perusahaan mencatat laba bersih Rp99,3 miliar. Angka tersebut meningkat 95 persen dibandingkan Rp51 miliar pada 2024.
Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengatakan pertumbuhan tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan permodalan dan risiko yang tetap terukur.
“Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent," kata Hengky dalam keterangan pers, Minggu, 23 Agustus 2026.
Selain laba bersih, laba komprehensif perusahaan pada 2025 tercatat Rp122,3 miliar, naik 126 persen dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset pada akhir 2025 mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan total investasi mencapai Rp1,1 triliun. Ekuitas perusahaan tercatat Rp312,3 miliar.
Dibandingkan dengan akhir 2024, total aset tumbuh 29 persen, investasi meningkat 30 persen, sementara ekuitas bertambah 64 persen. Tingkat Risk Based Capital (RBC) pada akhir 2025 tercatat 315 persen.
Premi Semester I 2026 Tumbuh
Memasuki 2026, pertumbuhan juga terlihat dari sisi premi. Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi pada Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53 persen dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.Pertumbuhan tersebut antara lain berasal dari lini Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution serta peningkatan kerja sama dengan sejumlah mitra bisnis.
“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” jelas Hengky.
AJK menjadi salah satu lini bisnis yang dikembangkan perusahaan, dengan portofolio yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Sementara itu, lini Corporate Solution, termasuk asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga menjadi bagian dari portofolio bisnis perusahaan.
Sejalan dengan aktivitas bisnis tersebut, pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah pada Semester I 2026 tercatat Rp107,1 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada periode yang sama 2025.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.
Menyesuaikan Pelaporan dengan PSAK 117
Perkembangan industri asuransi juga berlangsung bersamaan dengan perubahan standar pelaporan keuangan. Mulai 1 Januari 2025, industri asuransi Indonesia menerapkan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi yang merupakan adopsi dari IFRS 17.Ciputra Life menyatakan telah menerapkan standar tersebut dalam penyusunan laporan keuangan 2025. Laporan keuangan perusahaan telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian dan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai ketentuan yang berlaku.
PSAK 117 membawa perubahan dalam pengukuran, pengakuan, dan penyajian kontrak asuransi. Salah satu perubahan penting terdapat pada cara pendapatan asuransi dicatat.
Premi yang diterima perusahaan tidak lagi secara langsung disajikan sebagai pendapatan. Pendapatan diakui seiring dengan pemberian jasa asuransi kepada nasabah.
Penerapan standar tersebut tidak mengubah dasar ekonomi maupun arus kas bisnis asuransi, tetapi memengaruhi metode pengukuran serta waktu pengakuan laba dan ekuitas dalam laporan keuangan.
Menjaga Keberlanjutan Bisnis
Sepanjang 2025, perusahaan juga menyebut memperoleh 16 penghargaan dari sejumlah institusi independen. Penghargaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kinerja, investasi, manajemen risiko, layanan, reputasi hingga kepemimpinan.“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, pemegang saham, regulator serta kepercayaan lebih dari 500.000 nasabah Ciputra Life,” kata Hengky.
Sementara itu, sejak 1 Juli 2026, Ciputra Life mulai beroperasi dari kantor pusat baru di Office Tower @Ciputra World 2 Jakarta, Lantai 28, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 11, Jakarta Selatan.
Direktur Ciputra Life, Listianawati Sugiyanto, mengatakan perpindahan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas operasional dan koordinasi internal.
“Perpindahan kantor pusat ini diharapkan semakin mendukung efektivitas operasional dan kolaborasi seluruh tim sehingga Ciputra Life dapat terus memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah dan mitra bisnis,” tutup Listianawati.
Secara keseluruhan, perkembangan kinerja tersebut menunjukkan upaya perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperhatikan kualitas portofolio, kecukupan modal, pengelolaan risiko, serta pemenuhan kewajiban kepada nasabah. Dok. Istimewa Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News