Petani kakao. Foto: dok MI.
Petani kakao. Foto: dok MI.

Menggenjot Industri Kakao Berkelanjutan via Digital

Ekonomi kakao
Ade Hapsari Lestarini • 02 Juni 2020 16:39
Jakarta: Industri kakao saat ini mengutamakan standar produksi barang. Sehingga pasokannya transparan dan berkelanjutan. Standar produksi ini mencakup peningkatan kehidupan petani dan komunitas mereka dari lima negara asal sumber kakao yakni Brasil, Kamerun, Pantai Gading, Ghana, dan Indonesia.
 
Hal ini pun menjadi sorotan kemajuan yang dibuat Cargill yang tertuang di dalam Cargill Cocoa & Chocolate 2018-2019 Sustainability Progress Report.
 
"Sustainability Progress Report ini, menyoroti bagaimana upaya Cargill menggunakan teknologi untuk menghubungkan setiap titik dalam rantai pasokan kakao. Transparansi maksimum di sektor kakao sangat penting untuk membuat kemajuan nyata dalam menjamin keberlanjutan sektor ini," kata Presiden Cargill Cocoa & Chocolate Harold Poelma, dalam keterangan resminya, Selasa, 2 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, laporan tersebut nantinya tidak hanya membantu petani kakao, keluarga, dan komunitas menjadi makmur, tetapi juga membantu melindungi planet bumi. Dengan bekerja sama dengan mitra, diyakini dapat terus membuat langkah besar dalam mencapai sektor kakao yang berkembang.
 
Melalui Cargill Cocoa Promise, Cargill menyadari peluang yang ditawarkan oleh teknologi dalam mengembangkan bisnis ini, seperti e-money, pemetaan GPS, dan pengumpulan data digital, yang memungkinkan transparansi lebih besar tentang bagaimana kakao ditanam dan bersumber dari petani.
 
Adapun beberapa tonggak penting pengembangan tersebut meliputi menggunakan keranjang kakao yang diberi barcode dan Cooperative Management Systems (CMS) digital, 50 persen biji kakao dalam rantai pasokan langsung global sudah dapat dilacak.
 
"Mulai dari saat masih di pertanian hingga ketika tiba di pabrik. Pada periode 2018-2019, 151.190 metrik ton biji kakao berhasil dilacak," jelasnya.
 
Selain itu, CMS memungkinkan organisasi petani untuk mengelola pinjaman, mengumpulkan kacang, dan mengecek biaya tetap versus variabel. Juga, mulai periode 2018-2019, semua organisasi petani di Ghana dan Pantai Gading sudah dapat dilihat melalui peta Cargill Cocoa Promise Sourcing Partner Network yang interaktif.
 
Kemudian dengan mengimplementasikan Child Labor Monitoring and Remediation Systems (CLMRS) untuk menangani pekerja anak telah meningkat secara signifikan. Selain Pantai Gading, Cargill juga menyebarkan CLMRS di Ghana dan Kamerun, yang mencapai total 58.800 petani pada periode 2018-2019.
 
Sekaligus memperluas jangkauan dari tujuh persen menjadi 29 persen dari jumlah total pertanian dalam rantai pasokan langsung. Pada periode 2018-2019, Cargill juga melakukan penilaian kebutuhan yang dapat mengatasi keberadaan pekerja anak di komunitas penghasil kakao di Indonesia. Selain itu melakukan pendekatan lokal untuk CLRMS mulai dilakukan pada 2020.
 
"GPS polygon memetakan 72 persen dari semua petani dalam rantai pasokan langsung, yang mewakili lebih dari 400 ribu hektare (ha) lahan pertanian. Cargill juga sedang dalam upaya mengidentifikasi dari mana kakao itu berasal, daerah mana yang berisiko deforestasi dan bagaimana mengurangi risiko ini melalui intervensi khusus," tambah dia.
 
Alat-alat digital ini, lanjutnya, memberi informasi kepada koperasi dan petani kakao, seperti rencana pengembangan pertanian digital dan wawasan pasar, untuk membantu meningkatkan praktik pertanian mereka.
 
Selain itu, alat digital berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan petani selama krisis, seperti pandemi covid-19. Alat pertanian digital Cargill juga dapat memperkuat upaya sosialisasi keselamatan dari pemerintah untuk membantu mengurangi penyebaran virus di komunitas pertanian.
 
Oleh karena itu, Cargill melihat digitalisasi dapat mendorong perubahan di seluruh rantai pasokan kakao. Informasi berharga yang dikumpulkan akan memberi dampak positif di lapangan. Untuk alasan itu, Cargill mengembangkan platform data yang luas, memiliki lebih dari 300 titik data di sepanjang rantai pasokan.
 
Data ini juga dipergunakan untuk menginformasikan pelanggan melalui portal pelanggan interaktif tentang bagaimana program keberlanjutan kolaboratif bermanfaat bagi petani dan komunitas mereka.
 
Upaya Cargill masuk ke rantai pasokan kakao yang lebih berkelanjutan dan berkelanjutan secara digital terus dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi, Cargill juga terus berupaya meningkatkan kemampuan digitalnya, dan membuka pintu kepada peluang dan layanan baru untuk membawa nilai abadi bagi petani, masyarakat, dan lingkungan.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif