Chair Task Force ESC B20 Nicke Widyawati. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Chair Task Force ESC B20 Nicke Widyawati. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

3 Isu Utama Transisi Energi

Antara • 16 Mei 2022 18:20
Jakarta: Bagi komunitas bisnis yang tergabung dalam Task Force ESC Business of Twenty (B20), terdapat tiga isu utama transisi energi yang sangat penting yakni masalah akses, teknologi, dan pendanaan.
 
Terkait akses, diperlukan pengamanan aksesibilitas energi di mana komunitas bisnis akan mengejar kemajuan aksesibilitas untuk mewujudkan energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern, termasuk akses dan transisi energi serta elektrifikasi di daerah pedesaan dan memasak bersih.
 
Kemudian dengan isu peningkatan teknologi energi cerdas dan bersih, komunitas bisnis akan mengejar peningkatan teknologi dengan pesat terutama untuk mengantisipasi tantangan transisi energi di masa depan, termasuk integrasi energi baru terbarukan (EBT), efisiensi energi, bahan bakar alternatif rendah emisi, dan sebagainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara isu mengenai pembiayaan energi berkelanjutan, komunitas bisnis juga akan mendorong ekosistem pembiayaan hijau melalui kolaborasi dengan semua komunitas pembiayaan dengan mempertimbangkan praktik dan metode bisnis terbaik.
 
Dari ketiga pilar tersebut, Task Force ESC B20 sedang menjabarkan vektor tindakan yang diterjemahkan ke dalam rekomendasi dan aksi kebijakan.
 
Task Force ESC B20 pada dasarnya memiliki tiga vektor utama, yaitu mempercepat transisi ke penggunaan energi yang berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta peningkatan kerja sama global untuk menjamin ketahanan energi. Melalui tiga vektor tersebut, Task Force ESC B20 sedang mengembangkan 14 aksi kebijakan.
 
B20 terbentuk untuk mendukung seluruh kebijakan yang akan dihasilkan dari G20, sehingga peran grup ini menjadi penting karena membahas isu energi yang terjadi saat ini dan menjadi salah satu fokus Presidensi G20 Indonesia.
 
"Presiden mengatakan ada tiga hal yang menjadi fokus G20 maupun B20, yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Jadi task force ini strategis untuk bersama-sama menghasilkan rekomendasi kebijakan," ujar Chair Task Force ESC B20 Nicke Widyawati, dilansir Antara, Senin, 16 Mei 2022.
 
Transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab besar sekaligus memberikan peluang besar, sehingga potensi di sektor EBT harus diikuti dengan skenario dan peta jalan yang jelas, termasuk pendanaan dan investasi.
 
Adapun Indonesia memiliki potensi EBT sebesar 418 gigawatt, baik yang bersumber dari air, panas bumi, angin, maupun matahari. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya mineral logam untuk mendorong transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
 
Namun, terdapat isu kritikal dalam peningkatan EBT, yakni teknologi yang diperlukan untuk mengelola sumber daya energi di Tanah Air yang melimpah untuk diproses menjadi energi yang ramah lingkungan, serta terkait pendanaan.
 
Dengan demikian, yang harus dilakukan saat ini adalah membuat program yang bisa menyeimbangkan hal-hal tersebut agar target emisi nol bersih pemerintah di 2060 tercapai.
 
Ada alasan mengapa semua pihak, termasuk pebisnis, harus terlibat mengatasi ancaman peningkatan suhu bumi saat ini. Semakin meningkatnya bencana hidrometeorologi sebagai buntut dari peningkatan suhu yang disebabkan semakin meningkatnya emisi gas rumah kaca hasil dari aktivitas manusia, menjadi alasan bahwa pebisnis pun tidak boleh ketinggalan untuk mengatasi krisis iklim.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif