Ilustrasi pengguna teknologi blockchain. Foto: dok AFP.
Ilustrasi pengguna teknologi blockchain. Foto: dok AFP.

Teknologi Blockchain Bisa Jadi Solusi Capai Nol Emisi Karbon

Ekonomi perubahan iklim Blockchain Emisi Gas Rumah Kaca Emisi Karbon Nol Emisi Karbon
Ade Hapsari Lestarini • 30 Oktober 2021 13:57
Jakarta: Indonesia akan berpartisipasi dalam menurunkan konsentrasi karbon dioksida (Co2) di dunia sebanyak 29-40 persen pada 2030. Adapun dari 29 persen, sebanyak 17,2 persennya akan disumbangkan dari sektor kehutanan.
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen menurunkan 17,2 persen, salah satu upayanya dengan menanam pohon. Semakin banyak tutupan hutan, dipastikan Indonesia akan mampu menyerap Co2 yang ada di lapisan atmosfer dan dikonversi menjadi oksigen.
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya melalui Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK Ruandha Agung Sugardiman saat talk show Program Bersama Nusaku mengatakan sektor kehutanan menjadi motor upaya terhadap upaya Indonesia kepada dunia untuk bisa menurunkan konsentrasi Co2. "Penanaman pohon melalui program Nusaku sangat relevan dengan program LHK," ujar Ruandha, dikutip Sabtu, 30 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum Yayasan Peduli Hutan Indonesia (YPHI) Transtoto Hadhadari menambahkan, climate change atau perubahan iklim di dunia terjadi karena peningkatan pemakaian energi. Sebanyak 80 persen produksi Co2 di dunia karena energi.
 
"Nah, di Indonesia kasusnya aneh, Co2 banyak terjadi karena hutan kita berubah jadi lahan kosong. Itu masalah kita. Jadi, pekerjaan kita, bagaimana mengubah yang kosong tersebut menjadi hijau kembali," ujar mantan Kepala Pusat Informasi Departemen Kehutanan itu.
 
Transtoto menjelaskan, dengan proses asimilasi, pohon menyerap Co2 yang lebih banyak. Indonesia sebagai negara tropis mempunyai kemampuan luar biasa sebagai oxygerator.

Hutan di Indonesia terdegradasi

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah hutan tropis sangat luas. Akan tetapi, sangat disayangkan, hutan di Indonesia terdegradasi akibat pembalakan liar, perambahan hutan, pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan, dan penggunaan lahan yang dilakukan dengan masif dan tidak didasarkan pada prinsip keberlanjutan. Sehingga, hutan menjadi rusak dan tidak dapat lagi menyerap karbon dengan baik.
 
Padahal pohon mempunyai fungsi yang sangat penting dalam upaya meredam kenaikan gas rumah kaca penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Seperti spons/busa, pohon menyerap karbon dioksida yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup lainnya. Fungsi pohon ini dijalankan dengan sangat masif oleh hutan.
 
Jumlah hutan yang semakin menyusut ditambah dengan produksi emisi yang semakin banyak semakin membuat atmosfer bumi panas dan mempercepat terjadinya perubahan iklim. Pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk menanggulangi kerusakan hutan ini dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta menanam pohon.

Prospek carbon trading

Ketua Umum Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Yohanes Cianes Walean sebelumnya telah berbicara tentang prospek carbon trading, Nusaku dengan menggunakan teknologi blockchain yang dapat menjadi alternatif solusi untuk mendukung Indonesia mencapai net zero emission (nol emisi karbon).
 
"Dengan cara ini, banyak project di dunia akan mendukung gerakan menanam pohon menyerap emisi carbon yang dihasilkan oleh perusahaan penghasil carbon, sehingga tercipta keseimbangan menjaga bumi menjadi rumah yang lebih ramah untuk manusia, hewan dan mejaga kelestarian lingkungan hidup. Untuk project ini, Koprabuh akan bekerja sama dengan PT Green Gold Artha Buana," kata Yohanes.
 
Menurutnya, Koprabuh telah berpengalaman menanam pohon sejak 2006 dan memiliki akses nasional seluruh Indonesia berupa lahan milik petani yang siap ditanam pohon. SDM Petani yang di Koprabuh sangat terlatih untuk melakukan penanaman pohon yang efisien dan tingkat kesuksesan 100 persen, karena ada jaminan jika pohon tersebut mati akan diganti dengan bibit pohon yang baru.
 
"Koprabuh sudah terbukti berhasil memecahkan rekor dunia, Guiness World Record pada 28 November 2016 sebagai penanam pohon paling banyak di dunia. Acara penanaman pohon tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,” jelasnya.
 
Yohanes menambahkan, PT Green Gold Artha Buana mempercepat realisasi kerja sama dengan Koprabuh segera meluncurkan project Token Nusaku di dunia cryptocurrency Indonesia. Diharapkan dengan digitalisasi program kerja penanaman pohon di seluruh lahan kosong di Indonesia, akan memberikan angin segar kepada para petani di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Serta dapat mencegah global warming dengan ikut serta dalam bisnis carbon trading yang validasi datanya sudah tercatat secara digital, serta bisa menjangkau pasar investor yang lebih luas yaitu seluruh dunia.
 
Nusaku cryptocurrency berkaitan langsung dengan penanaman pohon. Berinvestasi di Nusaku berarti mengadopsi pohon yang ditanam petani Koprabuh. Seluruh data tanam pohon terkonfirmasi di blockchain, sehingga menjadi cara terbaik untuk memastikan pohon tertanam dan dirawat.
 
CEO Indodax Oscar Darmawan, menjelaskan aset kripto memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Penikmat kripto di Indonesia semakin berkembang dapat dilihat dari volume transaksi di berbagai exchange di Indonesia yang dua-duanya masuk 30 besar di coinmarketcap.com dan fenomena ini dapat dilihat di seluruh dunia.
 
Dengan adanya tren baru dalam berinvestasi, Nusaku menggabungkan teknologi cryptocurrency dengan project penanaman pohon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam upaya pengurangan emisi di 2030 (zero emisi) dan juga meningkatkan kesejahteraan para petani dan mitigasi perubahan iklim berbasis digital. Nusaku memiliki tujuan untuk memitigasi kemiskinan petani dan memitigasi iklim extreme, "clean the air, plant the trees".
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif