Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Produksi Green Diesel Diyakini Bawa Kedaulatan Energi

Ilham wibowo • 16 Juli 2020 11:38
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini pemanfaatan minyak kelapa sawit dalam produksi green diesel akan membawa pada kedaulatan energi Indonesia. Tingginya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil bisa terus ditekan.
 
"Presiden telah memerintahkan untuk menambah komposisi pencampuran bahan bakar nabati untuk jenis diesel sampai dengan 40 persen, 50 persen hingga 100 persen, untuk menunjukkan kedaulatan energi nasional yang mandiri dan berdikari," kata Agus, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Rekayasa produk serta proses produksi diesel hijau yang berkualitas tinggi dan keekonomian yang bersaing merupakan kunci utama. Menurut Agus, tim peneliti dari PT. Pertamina (Persero) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memberikan hasil terbaik. Mereka menciptakan rekayasa co-processing minyak sawit, yang membuat Indonesia menjadi salah satu referensi teknologi produksi biofuel dunia.

"Di Dumai, kami menyaksikan langsung hasil karya riset dan aplikasi teknologi produksi green diesel dari minyak sawit. Kami sangat mengapresiasi hasil kerja keras, ketekunan, dan kepiawaian tim dari ITB di bawah pimpinan Prof. Dr. Soebagjo beserta tim peneliti PT Pertamina yang telah berhasil mewujudkan teknologi produksi green diesel secara stand alone, dengan Katalis Merah Putih made in Indonesia," paparnya.
 
Agus menuturkan bahwa pengembangan industri diesel hijau merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kelas petani rakyat sebagai stakeholder utama industri sawit nasional. Artinya, program ini akan lebih banyak memberikan kesejahteraan bagi para petani kelapa sawit.
 
"Program mandatory biodiesel, termasuk B30, telah dirancang dan dijalankan secara konsisten untuk mencegah turunnya harga CPO global akibat fenomena oversupply dunia," tuturnya.
 
Agus menambahkan, kestabilan harga CPO global akan diwujudkan menjadi kestabilan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani lalu menjamin keberlanjutan kehidupan petani rakyat. Pencapaian membanggakan ini akan menjadi tonggak baru bagi Indonesia, sekaligus mengukuhkan Pertamina sebagai perusahaan energi berkelas dunia, sejajar dengan pemain bisnis energi global.
 
"Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Pertamina yang telah berhasil mengembangkan teknologi dan menguji secara langsung teknologi Katalis Merah Putih untuk produksi diesel hijau 100 persen dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil)," imbuhnya.
 
Menperin terus mendorong diversifikasi produk bahan bakar yang berbasis nabati. Keberagaman sumber daya hayati di Indonesia sangat bisa dimanfaatkan potensinya untuk energi ramah lingkungan.
 
"Kami minta juga energi berbasis nabati nantinya tidak hanya berasal dari CPO saja, tetapi komoditas lain yang bisa dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia," ujarnya.
 
Menurut Agus, inovasi tersebut menjadi momen tepat untuk menyampaikan pesan bahwa Indonesia akan mandiri dalam penyediaan energi nasional di tengah maraknya kampanye negatif terhadap minyak sawit Indonesia oleh Uni Eropa dan negara importir lainnya.
 
"Indonesia akan mengurangi impor BBM dan menggantinya dengan bahan bakar hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan