KLHK berdiskusi dengan sivitas akademika Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Dok KLHK
KLHK berdiskusi dengan sivitas akademika Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Dok KLHK

KLHK Siapkan Perangkat Kuat Kelola Sumber Daya Air dan Lahan

Media Indonesia.com • 03 Januari 2023 22:06
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyiapkan perangkat kuat untuk mengelola sumber daya air dan lahan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menegaskan kebijakan sumber daya air dan lahan sama pentingnya.
 
Salah satu perangkat yang sudah dikembangkan adalah Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030. Perangkat ini menjadi panduan Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim.
 
Yang tak kalah penting, kata Siti, adalah kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kebijakan ini berhasil menurunkan lahan dan hutan yang terbakar seluas 1.396.380 hektare atau 87,3 persen sejak 2019," kata Siti dalam acara diskusi dengan sivitas akademika Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siti mengatakan kebijakan sumber daya air perlu diperkuat sesuai dengan UN Water Summit on Groundwater 2022. Pertemuan itu diselenggarakan pada 7-11 Desember 2022 di Paris.
 
Pertemuan itu menegaskan perlunya penerapan manajemen sumber daya air terintegrasi. Manajemen ini digunakan untuk penggunaan dan perlindungan air tanah, mata air, dan air permukaan. 
 
Pada pertemuan tersebut Kementerian LHK memperoleh permanent seat di World Water Council yang akan berperan penting dalam penyelenggaraan World Water Forum 2024 di Bali.  
 
Untuk itu, KLHK mengagas brainstorming atau diskusi dengan Fakultas Geografi UGM. Diskusi ini untuk menyatukan pandangan berdasarkan aspek empiris dan faktual mengenai format tata kelola sumber daya lahan yang bersinergi dengan sumber daya air. 
 
"Dalam penyelenggaraan World Water Forum 2024 mendatang, Indonesia tidak hanya berhasil dalam penyelenggaraan, namun juga memperoleh manfaat yang siginifikan dalam formulasi tata kelola sumber daya air secara holistik," kata Siti. 
 
Baca: Wapres: Korupsi di Sektor Air dan Tanah Akan Memperburuk Krisis Pangan
 

Ekosistem unik karst

Tahap pertama diskusi membahas ketersediaan air di ekosistem unik karst. Dibahas pula konsep pengelolaan yang menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai atribut bentang alam, baik aspek geologi, stratigrafi, konfigurasi topografi, tanah, hingga aspek sosial kelembagaan. 
 
Dekan Fakultas Geografi UGM, Danang Sri Hadmoko, dan Prof Eko Haryono menyampaikan nilai strategis ekosistem karst. Selain merupakan kawasan sebagai pemasok dan tandon air untuk keperluan domestik, karst menyediakan sumber air bagi 25 persen penduduk dunia.
 
"Kawasan ini juga mempunyai sumber daya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Mulai dari kegiatan pariwisata, penambangan bahan galian, hingga penghasil sarang burung walet," kata Danang. 
 
Di seluruh wilayah kepulauan Indonesia, luas kawasan karst mencapai hampir 20 persen dari total luas wilayah.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif