Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Filantropi Indonesia Dukung Transisi Energi Berkelanjutan dalam Presidensi G20

Medcom • 30 Juni 2022 15:53
Nusa Dua: Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dan Pijar Foundation mendukung transisi energi Indonesia yang adil dan berkelanjutan.
 
Momentum Presidensi G20 menjadi peluang Indonesia untuk meningkatkan sumber energi bersih sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan komitmen Indonesia pada transisi energi, yakni 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025 dan 31 persen pada 2050.
 
Merespons hal ini, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menyatakan kemitraan sangat penting untuk mengembangkan bersama sumber-sumber energi bersih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami perlu kolaborasi-kolaborasi untuk memungkinkan penggunaan teknologi-teknologi canggih secara efektif dan efisien, seperti Carbon Capture Unit Storage (CCUS), blue hydrogen, dan green hydrogen," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juni 2022.
 
Berangkat dari misi tersebut, Pijar Foundation meluncurkan program Global Future Fellows (GFF) yang akan mempertemukan para pemimpin lintas sektor untuk menyusun rencana praktis mengenai transisi energi berkelanjutan.
 
Baca juga: Subsidi BBM Semakin Membebani, Transisi Energi Bersih Jadi Solusi

"Collaborative governance, atau aksi-aksi bersama sektor publik, privat, dan komunitas, krusial untuk menyelesaikan isu-isu bersama. Tahun ini, Pijar Foundation akan meluncurkan Global Future Fellows (GFF), yang akan mempertemukan para pemimpin publik, swasta, dan komunitas strategis untuk mengkonsolidasikan pengetahuan yang ada dan area-area sinergi lebih lanjut terkait transisi energi ke dalam action roadmap yang praktis," ujar Direktur Eksekutif Pijar Foundation Ferro Ferizka.
 
Transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan sangat penting untuk melindungi manusia dan planet ini. Hal ini sangat penting khususnya di Asia, yang mengalami perkembangan pesat, Asia merupakan salah satu kawasan penghasil emisi tertinggi di dunia dan yang paling riskan terhadap dampak dari perubahan iklim.
 
Sebagai Presidensi G20 tahun ini, Indonesia berkesempatan meningkatkan momentum internasional menuju sumber energi yang lebih bersih, dan pada waktu yang sama, tetap mendorong pembangunan berkelanjutan.
 
Kekuatan filantropi, dengan pengalaman puluhan tahun memobilisasi sumber daya dan tindakan untuk mengatasi akar penyebab masalah sosial, dapat membantu mengkatalisasi kolaborasi untuk energy for good di Indonesia. (Valerie Augustine Budianto)
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif