Proyek tenaga surya, angin, hingga penyimpanan energi kini menarik aliran modal dalam jumlah besar dan menjadi bagian penting dari strategi investasi jangka panjang di berbagai negara.
Melansir laman BCA Prioritas, laporan International Energy Agency (IEA) dalam World Energy Investment 2026 memperkirakan investasi energi terbarukan global mencapai sekitar USD2,2-USD2,3 triliun pada 2026. Angka tersebut hampir dua kali lebih besar dibanding investasi di sektor bahan bakar fosil.
Tren ini menunjukkan bahwa energi hijau bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang menarik perhatian investor global.
Investasi energi terbarukan terus melonjak
Permintaan terhadap energi bersih terus meningkat seiring upaya berbagai negara menekan emisi karbon dan mencapai target net zero emission.Tenaga surya, angin, baterai penyimpanan energi, hingga teknologi jaringan listrik pintar menjadi sektor yang paling banyak menerima suntikan dana investasi.
Di Indonesia sendiri, pemerintah menargetkan pengembangan energi terbarukan hingga 50 gigawatt (GW) pada 2035 dengan kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp1.650 triliun.
Padahal, potensi energi terbarukan Indonesia diperkirakan mencapai 3.687 GW. Namun hingga saat ini, pemanfaatannya baru sekitar 15,6 GW sehingga peluang investasi masih terbuka sangat lebar.
| Baca juga: PLN Indonesia Power Jajaki Proyek Energi Surya di Bangladesh, Potensi Capai 495 MW |
7 negara teratas tujuan investasi energi terbarukan dunia
Berikut negara-negara yang menjadi magnet investasi energi terbarukan global.1. China
China masih menjadi pemimpin dunia dalam investasi energi terbarukan. Negara ini mendominasi pembangunan pembangkit tenaga surya, tenaga angin, hingga industri baterai kendaraan listrik.Selain menjadi pasar terbesar energi hijau, China juga berperan sebagai pusat manufaktur teknologi energi bersih dunia. Dukungan pemerintah terhadap pembiayaan hijau dan inovasi teknologi membuat negara ini terus menarik investasi dalam jumlah besar.
2. Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi salah satu pasar energi terbarukan terbesar dengan kombinasi proyek tenaga surya, angin, dan teknologi penyimpanan energi.
Negara bagian seperti Texas dan California menjadi motor utama pengembangan energi hijau. Selain itu, tingginya permintaan listrik bersih dari perusahaan teknologi dan industri juga mendorong pertumbuhan investasi energi terbarukan di AS.
3. Brasil
Brasil dikenal memiliki salah satu sistem energi paling ramah lingkungan di dunia berkat dominasi pembangkit listrik tenaga air.Selain hidroelektrik, investasi di sektor tenaga angin dan tenaga surya juga terus meningkat, terutama di wilayah timur laut yang memiliki potensi sumber daya alam sangat besar.
4. Kanada
Kanada menjadi tujuan investasi menarik berkat sumber daya hidroelektrik yang melimpah dan stabilitas ekonomi yang kuat.Negara ini juga aktif mengembangkan proyek penyimpanan energi dan infrastruktur listrik hijau untuk mendukung target pengurangan emisi karbon dalam jangka panjang.
5. India
India menjadi salah satu pasar energi terbarukan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.Meningkatnya kebutuhan energi, populasi yang besar, serta komitmen pemerintah terhadap pengembangan tenaga surya dan angin membuat India menjadi destinasi investasi yang sangat menjanjikan bagi investor global.
6. Jerman
Sebagai pionir transisi energi di Eropa, Jerman terus mempercepat pengembangan tenaga surya dan tenaga angin.Program Energiewende atau transformasi energi yang dijalankan pemerintah menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan investasi energi hijau di negara tersebut.
Selain itu, target net zero emission yang ambisius membuat Jerman tetap menjadi salah satu pasar utama energi terbarukan dunia.
7. Jepang
Jepang mempercepat pengembangan energi terbarukan setelah mengurangi ketergantungan terhadap energi nuklir.Investasi terbesar saat ini mengalir ke sektor tenaga surya, penyimpanan energi, dan teknologi efisiensi energi.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, dukungan kebijakan, dan kebutuhan energi yang tinggi, Jepang menjadi salah satu tujuan investasi energi bersih paling menarik di kawasan Asia.
Peralihan dunia menuju energi bersih diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa dekade mendatang. Negara-negara yang mampu membangun ekosistem energi hijau yang kuat berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus tujuan utama investasi global.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda