Menangani sampah dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) (Foto:Freepik)
Menangani sampah dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) (Foto:Freepik)

Mengelola Sampah dengan 3R

Rosa Anggreati • 27 Desember 2021 17:08
Jakarta: Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia dengan puluhan juta ton sampah per tahun.
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan lebih dari 60 juta ton sampah dihasilkan per tahun. Dari 60 juta ton sampah tersebut, sekitar 50 persen merupakan sampah organik dan 20 persen berupa sampah plastik.
 
Dalam hal pencemaran sampah plastik, Indonesia bahkan menempati posisi kedua terbesar setelah Tiongkok. Berdasarkan data dari Jambeck (Jenna Jambeck, profesor teknik lingkungan dari University of Georgia, AS), Indonesia menghasilkan sampah plastik 187,2 juta ton. Angka tersebut mengekor di bawah Tiongkok sebanyak 262,9 juta ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, data dari Waste4Change menunjukkan Indonesia menghasilkan sampah 175 ribu ton per hari. Timbunan sampah tersebut hanya 7,5 persen yang mampu didaur ulang dan dijadikan kompos. Sisanya, sebanyak 10 persen sampah ditimbun, lima persen sampah dibakar, dan 8,5 persen tidak terkelola.
 
Pemerintah, dalam hal ini KLHK, berusaha memberikan solusi penanganan sampah melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali dengan prinsip sirkulasi ekonomi.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati menyebutkan pemerintah menerapkan tiga pendekatan dalam mengatasi sampah di Indonesia, yaitu mengurangi penciptaan sampah, mendorong perputaran ekonomi melalui ekonomi sirkular, dan  mengadopsi teknologi waste to energy atau mengonversi sampah menjadi listrik.
 
"Dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Perlu pendekatan yang berbeda-beda, tapi dilaksanakan secara bersama dan masif," ucap Vivien. 
 
Selain itu, dalam menangani sampah KLHK menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
 
1. Reduce, yaitu mengurangi timbulan sampah. 
 
Reduce menjadi langkah pertama, sekaligus upaya pencegahan agar sampah tidak dihasilkan. Contohnya, membawa tas belanja sendiri, tidak menggunakan sedotan plastik.
 
2. Reuse, yaitu menggunakan kembali bahan atau material agar tidak menjadi sampah. Contohnya, jual beli barang bekas yang masih bisa dipakai, isi ulang tinta.
 
3. Recycle, yaitu mendaur ulang material agar dapat digunakan dan bernilai ekonomis kembali. Contohnya, tempat charger ponsel dari botol bekas.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif