Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

PLTS Kilang Dumai Berpotensi Kurangi Emisi hingga 2.052 Ton CO2/Tahun

Annisa ayu artanti • 06 April 2022 14:28
Dumai: PT Pertamina (Persero) terus melakukan transisi penggunaan energi listrik ramah lingkungan. Pertamina telah menyelesaikan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar dua megawatt (MW) di area Kilang Dumai yang berpotensi menurunkan emisi 2.052 ton CO2 per tahun.
 
Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, PLTS Kilanhttps://www.medcom.id/tag/19991/b20g Dumai merupakan PLTS ground mounted yang dibangun di lahan seluas sekitar dua hektare dengan sistem on grid dan saat ini menjadi PLTS ground mounted terbesar di Riau.
 
Potensi listrik yang diproduksi PLTS tersebut mencapai 2,5 GWh dalam setahun. Keberadaan PLTS itu juga berpotensi menurunkan emisi yang setara dengan penyerapan CO2 oleh 97 ribu pohon dalam setahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selaras dengan komitmen untuk implementasi ESG, PT Kilang Pertamina Internasional menerapkan berbagai program pendukung, salah satunya adalah dekarbonisasi. Hal ini dijalankan dengan penggunaan PLTS untuk perkantoran dan kompleks pemukiman pekerja di kilang Dumai dan Cilacap," jelas Ifki dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 April 2022.
 
Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi menambahkan, PLTS Kilang Dumai menambah daftar kilang Pertamina yang melakukan konversi ke penggunaan energi listrik ramah lingkungan. Tahun lalu PLTS dengan kapasitas terpasang 1,34 MW telah beroperasi di area Kilang Cilacap.
 
Pertamina NRE berkomitmen penuh untuk mewujudkan transisi energi Pertamina. PLTS di Kilang Cilacap sebesar 1,34 MW dan Kilang Dumai sebesar dua MW serta PLTS di 143 SPBU sebesar lebih dari satu MW adalah bagian dari langkah awal perseroan melakukan transisi energi.
 
"Potensi PLTS di internal Pertamina cukup besar, mencapai sekitar 500 MW. Dengan dukungan dan kerja sama yang solid di Pertamina Group, kami optimistis dapat mewujudkannya," ujar Dicky.
 
Sebelumnya Pertamina telah mengumumkan untuk berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan aspek environment, social and governance (ESG) dalam pengelolaan bisnisnya. Berkaitan dengan Presidensi G20 Indonesia, Pertamina mengambil peran besar, dengan Direktur Pertamina Nicke Widyawati didapuk sebagai Chair of Task Force Energy, Sustainability, and Climate (ESC) dari Business 20 (B20), yaitu ruang dialog bisnis internasional yang menjadi bagian dari agenda G20.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif