Perusahaan patungan ini didirikan untuk mengoptimalkan upaya peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Pabrik Rembang, seperti pembangunan ekonomi desa, peningkatan pendidikan dan pengembangan infrastruktur.
Perjanjian pendirian perusahaan patungan ditandatangani oleh Direktur Utama Semen Gresik, Muhammad Saifudin dengan masing-masing Direktur Utama PT BUMDes di Rembang dan disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, dan Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso melalui video conference.
Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso menjelaskan komposisi kepemilikan saham dalam perusahaan patungan ini adalah 52 persen saham dimiliki oleh Semen Gresik dan 48 persen saham dimiliki oleh PT BUMDes secara bersama-sama. Ia berharap dengan komposisi perusahaan patungan ini mampu meningkatkan percepatan kemampuan wirausaha BUMDes.
"Pengembangan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di sekitar Pabrik Rembang merupakan wujud komitmen perusahaan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi desa," kata Hendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 April 2020.
Erick menambahkan model kolaborasi antara Semen Gresik dan BUMDes seperti ini seharusnya dilakukan antarperusahaan pelat merah dan masyarakat sekitar. Sebab kolaborasi ini merupakan win-win solution dan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.
"Community Development model baru ini lebih sustainable dan dapat menjadi percontohan bagi BUMN lain," kata Erick.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa pendirian perusahaan patungan ini adalah bagian dari rencana pemberdayaan masyarakat di sekitar Pabrik Rembang.
"Ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan," ucap Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News