Presiden Joko Widodo didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat berbincang dengan PM Slovenia Janez Jansa, di sela-sela pertemuan UNFCC COP26 pada 2021. Foto: BPMI Setpres.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat berbincang dengan PM Slovenia Janez Jansa, di sela-sela pertemuan UNFCC COP26 pada 2021. Foto: BPMI Setpres.

Bukan Memuji, Pengendalian Iklim di RI Alami Kemajuan Signifikan

Ekonomi Jokowi perubahan iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar COP26 Nol Emisi Karbon
Ade Hapsari Lestarini • 02 November 2021 15:26
Jakarta: Indonesia dinilai telah menunjukkan banyak perubahan signifikan dalam pengendalian iklim atau dampak perubahan iklim tersebut. Posisi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 pada 2021 pun sangat baik.
 
Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengatakan kemajuan Indonesia tersebut realistis dan telah mendapatkan pengakuan dari banyak pihak.
 
"Jadi bukan mengada-ada atau kita memuji-muji diri sendiri itu tidak. Jadi memang realistis bahwa Indonesia mengalami banyak kemajuan," ujar Siti Nurbaya Bakar, saat menyampaikan keterangan di hotel tempatnya bermalam di Glasgow, Skotlandia, dilansir laman Setkab, Selasa, 2 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presidensi Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) tahun ini di Glasgow mendorong untuk mencapai netral karbon pada pertengahan abad atau 2050. Namun hal tersebut juga tergantung dari kesiapan masing-masing negara.
 
"Posisi Indonesia, kita akan masuk di 2060, tetapi sedapat mungkin bisa ditarik ke depan. Itu bisa dihitung dari angka-angka energi, industri, juga penanganan limbah dan sampah," lanjutnya.
 
Menteri LHK menggarisbawahi poin penting dalam penerapan agenda perubahan iklim dan Nationally Determined Contribution (NDC) adalah keberlanjutan. Menurutnya, negara tidak bisa hanya mematok angka saja, lalu berhenti bekerja.
 
"Kita terus ikuti, kita terus hitung angkanya, kita terus bergerak mengikuti bagaimana kebijakan itu, bagaimana implementasi lapangannya lalu dia bisa juga jadi lebih cepat," tambahnya.
 
Pada COP26 ini, Indonesia mendukung penuh presidensi Britania Raya yang menekankan pembatasan pemanasan global pada tingkat 1,5 derajat celsius. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia akan berkomitmen sesuai dengan yang bisa dikerjakan.
 
"Maka segera 1,5 derajat celsius itu kita arahkan terus betul-betul sambil kebijakan yang kita perbaiki, sambil kita juga memantau terus melalui BMKG bagaimana perkembangan kenaikan suhu bumi kita rata-rata dalam 100 tahun atau 110 tahun atau 150 tahun tergantung data iklim yang kita punya. Jadi kita terus bekerja untuk itu," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif