Hari Air Sedunia menjadi momen untuk menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata.
Hari Air Sedunia menjadi momen untuk menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata.

Memaknai Hari Air Sedunia dengan Peningkatan Akses Air Bersih

Arif Wicaksono • 13 Maret 2026 09:40
Jakarta: Momentum Hari Air Sedunia 2026 bertepatan dengan bulan Lebaran, periode ketika aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
 

Laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 lalu mencapai sekitar Rp1.188 triliun.
 
Ramadan menjadi salah satu periode dengan aktivitas belanja rumah tangga yang tinggi, termasuk untuk berbagai kebutuhan pokok.
 
Dalam dinamika tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian dari struktur belanja rumah tangga. Namun, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan. 

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menunjukkan meskipun lebih dari 90 persen rumah tangga telah memiliki akses terhadap air minum layak, proporsi rumah tangga dengan akses air minum aman, yang memenuhi standar kualitas kesehatan, masih berada di kisaran sekitar 11-12 persen secara nasional.
 
Kesenjangan ini masih terlihat di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 terkait akses universal terhadap air minum yang aman dan terjangkau.
 
Secara global, Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi pengingat air bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan esensial yang berkaitan langsung dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Direktur PT Biru Semesta Abadi Yantje Wongso, menegaskan bahwa momentum Hari Air Sedunia harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.
 
“Hari Air Sedunia adalah pengingat akses terhadap air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukan isu musiman dan bukan sekadar agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat.” tegas dia. 
 
Ia menambahkan kedekatan momentum tahun ini dengan Ramadan dan Lebaran semakin memperkuat relevansi isu tersebut.
 
“Ramadan memang menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat, termasuk kebutuhan air minum. Namun bagi kami, konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama. Air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” jelas dia. 
 
Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia menjadi momen untuk menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus bergerak, memastikan akses terhadap air minum yang aman bukan lagi menjadi kesenjangan, melainkan standar dasar yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.
 
Dalam konteks tersebut, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru, yang telah konsisten dilakukan selama lima tahun terakhir dalam rangka Hari Air Sedunia. 
 
Menurut Yantje, keberlanjutan program selama lima tahun menunjukkan inisiatif ini bukan respons sesaat terhadap momentum, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau di Indonesia.
 
Setiap warga berhak mendapatkan 1 galon air minum secara gratis, tanpa syarat pembelian atau transaksi. Warga hanya perlu membawa botol galon kosong milik sendiri ke gerai Biru terdekat.
 
Tahun ini, pembagian diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 galon atau setara 2.850.000 liter air minum dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar   di 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia. Angka ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencatat pembagian sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat.
 
Program ini menegaskan bahwa air minum berkualitas adalah hak semua orang. Inisiatif ini menempatkan akses air minum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperluas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan