Ilustrasi. Foto: MI/Rudy Kurniawan
Ilustrasi. Foto: MI/Rudy Kurniawan

Ekonomi Sektor Kehutanan RI Masih Berdenyut di Tengah Covid-19

Ekonomi kehutanan
Media Indonesia • 16 Juli 2020 13:14
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama para stakeholder industri kehutanan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha hutan produksi kendati terjadi pandemi covid-19.
 
Pandemi covid-19 diakui telah berdampak terhadap kinerja usaha hulu-hilir sektor kehutanan di Tanah Air. Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Jenderal KLHK/Plt Direktur Jenderal PHPL Bambang Hendroyono.
 
Bambang menjelaskan bahwa kinerja ekspor produk industri kehutanan turun hingga ke level minus 8,3 persen pada periode Januari-Mei 2020, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, terjadi perbaikan ekspor industri kehutanan menjadi minus lima persen pada penilaian periode Januari-Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angka tersebut menunjukkan peningkatan kinerja ekspor produk kehutanan sebesar 3,3 persen pada Juni, yang merupakan pencapaian positif di tengah pandemi yang sedang berlangsung," ujar Bambang Hendroyono, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Bambang optimistis, meskipun pertumbuhannya masih di bawah nol, tetapi tidak mengalami penurunan lebih jauh. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja ekspor sektor kehutanan masih berada pada jalur yang positif.
 
Sementara itu kinerja sektor hulu kehutanan di masa pandemi covid-9 untuk produksi kayu bulat hutan alam periode Januari-Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 3,90 persen jika dibanding dengan periode yang sama di 2019.
 
Di sisi lain, produksi kayu bulat hutan tanaman justru meningkat sebesar 21,50 persen. Lebih lanjut ia mengatakan, KLHK telah melakukan cara kerja baru dalam mengelola hutan produksi secara lestari. Menurut Bambang, pengelolaan hutan produksi dilakukan dengan pendekatan landscape, kemudian analisis spasial untuk melihat area rawan karhutla, konflik tenurial, dan mengintegrasikan sektor produksi di hulu dengan industri di hilirnya.
 
"Ketika ditemukan masalah di lapangan, secepatnya untuk menemukan solusi. Terakhir adalah integrasi program baik untuk industri di hulu dan hilir, serta untuk pasar," jelasnya.
 
Untuk mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan, Bambang menjelaskan sejumlah kebijakan. Pertama, untuk industri produksi di hulu, adalah mempercepat pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja IUPHHK-HTI, Kemudian mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK, serta penyederhanaan perizinan berusaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.
 
Kedua, untuk Industri di hilir, beberapa kebijakan pemerintah adalah dengan usulan peningkatan luas penampang produk ekspor industri Kehutanan, memperluas keberterimaan pasar dengan memperkokoh penerapan SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) serta fasilitasi sertifikasi SVLK untuk Usaha Kecil Menengah. (MI/Deri Dahuri)
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif