Dengan membangun kebiasaan memilah sampah di rumah sebelum dibuang akan membantu mengurangi tumpukan sampah (Foto:Shutterstock)
Dengan membangun kebiasaan memilah sampah di rumah sebelum dibuang akan membantu mengurangi tumpukan sampah (Foto:Shutterstock)

Yuk! Kita Pilah Sampah dari Rumah sebelum Dibuang

Ekonomi Le Minerale
Gervin Nathaniel Purba • 07 Oktober 2020 13:15
Jakarta: Pemilihan menjadi kunci dalam upaya pengelolaan sampah agar bisa didaur ulang. Dengan membangun kebiasaan memilah sampah di rumah sebelum dibuang akan membantu mengurangi tumpukan sampah, sekaligus mengubah sampah menjadi benda bernilai ekonomis.
 
Untuk itulah beberapa organisasi turun ke lapangan untuk memberikan contoh dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan mengajarkan memilah sampah. Salah satunya yang dilakukan oleh organisasi Lions Club. Mereka melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di lima wilayah DKI Jakarta, pada 19 September 2020.
 
Aksi bersih-bersih ini merupakan rangkaian peringatan World Cleanup Day (WCD) 2020 yang diperingati setiap 21 September. Adapun tema WCD tahun ini ialah Pilah Sampah dari Rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi bersih-bersih ini menuai respons positif dari pemerintah kota Jakarta. Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menilai aksi ini turut memberikan kesadaran kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan bersih dari sampah, sekaligus mengedukasi masyarakat cara memilah sampah dengan benar.
 
"Pemilahan ini sangat penting. Kalau tidak dikelola dengan bijak, sampah akan menimbulkan gangguan kesehatan, pencemaran, dan meracuni lingkungan hidup," ujar Yani.
 
Hal ini sejalan dengan penetapan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 108 Tahun 2019 pasal 4 disebutkan bahwa pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dilakukan melalui pembatasan timbunan sampah rumah tangga, pendauran ulang, dan pemanfaatan kembali sampah rumah tangga.
 
Tak hanya itu, aksi bersih-bersih pada rangkaian peringatan World Cleanup Day (WCD) 2020 juga selaras dengan rencana strategis Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat, yaitu pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah di antaranya penggunaan incinerator yang ditempatkan di kawasan pemukiman padat di sisi bantaran sungai, pengadaan lokasi penampungan sampah sementara di setiap kelurahan, dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R (Reused, Reduced dan Recycling).
 
"Oleh karena itu, program ini sangat bagus sekali. Mulai memilah sampah dari rumah tangga. Kemudian bagaimana pengangkutannya dan sebagainya. Dipilah mana yang organik, anorganik, dan yang beracun," ujar Yani.
 
Sampah yang telah dipilah dapat dipisahkan antara yang dapat didaur ulang dan tidak. Jenis sampah yang mudah didaur ulang yakni sampah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET). Plastik ini biasanya dijadikan botol dan gelas kemasan.
 
Botol kemasan PET memiliki ciri segitiga nomor satu di bagian bawah botol. Plastik PET merupakan plastik bernilai ekonomis tinggi dengan tingkat daur ulang mencapai 100 persen.
 
Tentu sangat disayangkan jika sampah plastik PET dicampur dengan sampah lain yang tdak dapat didaur ulang. Nilai ekonomis plastik PET akan turun karena tercemar sampah lain.
 
"Jadi, marilah kita pilah sampah sejak awal mulai dari rumah tangga, yang punya nilai ekonomi, dan yang paling penting ialah kebersihan. Kebersihan merupakan pangkal kesehatan," ujar Ketua Komite Lingkungan Lions Club Liana Trisnawati.
 
Evi Pohan, Gubernur Lions Club Indonesia Distrik 307 A1, menegaskan kegiatan semacam ini akan dilakukan konsisten demi mengurangi jumlah sampah.
 
"Kami akan konsisten mengajak masyarakat mengumpulkan sampah plastik dan mengantarnya ke bank sampah," ucap Evi.
 
Sementara itu, Kasi Prasana Kebersihan Lingkungan Hidup Kembangan Selatan Rudi Kartono mengatakan warga yang sudah memilah sampah, khususnya memisahkan sampah plastik PET, bisa mengirim langsung ke bank sampah.
 
"Sampah plastik berupa botol, gelas kemasan, dan sebagainya bernilai ekonomis. Dalam 10 hari, sampah plastik yang terkumpul sekitar 6,5 kuintal," kata Rudi.
 
Melihat tingginya angka sampah plastik tersebut, dengan membiasakan memisahkan sampah di rumah sebelum dibuang akan membantu mengurangi tumpukan sampah, sekaligus mengubah sampah menjadi benda bernilai ekonomis.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif