Ilustrasi sustaiinibility. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi sustaiinibility. Foto: Medcom.id.

Riset: 46% Perusahaan Indonesia Sudah Punya Rencana Berkelanjutan Secara Matang

Antara • 25 November 2022 15:12
Jakarta: Seiring berkembangnya bahasan tentang dampak perubahan iklim pada kualitas lingkungan hidup di dunia, sustainability menjadi isu yang semakin ramai dibicarakan dan diterapkan di berbagai aspek.
 
Tidak hanya terkait lingkungan hidup, sustainability juga mencakup employment dan decent work for all, seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Sustainability berkaitan erat dengan misi three zeros, yakni zero emission (nol emisi), zero waste (nol limbah), dan zero inequality (nol ketidaksetaraan). Topik ini juga menjadi isu yang hangat dibicarakan dan menghasilkan beberapa rekomendasi pada KTT G20 di Bali, pekan lalu.
 
Riset yang dilakukan SAP dan Oxford Economics menemukan pendorong sekaligus tantangan utama penerapan sustainability adalah kepatuhan terhadap mandat regulasi. Riset itu juga menunjukkan investasi pada data menjadi kunci meningkatkan hasil keberlanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, SAP Indonesia (NYSE: SAP) sebagai perusahaan penyedia solusi proses bisnis, berkomitmen mendukung penerapan program sustainability di Indonesia dalam proses bisnis perusahaan dengan mengedepankan peran data dan digitalisasi.
 
Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro mengungkap hasil penelitian SAP dan Oxford Economics yang menemukan bahwa sekitar 46 persen sektor bisnis di Indonesia telah memiliki rencana sustainability yang matang.
 
“Tentu ini merupakan hal baik dan kami percaya angka ini akan terus bertumbuh secara signifikan dengan dibangunnya kemitraan dengan pihak eksternal,” ungkap Andreas Diantoro, dikutip dari Antara, Jumat, 25 November 2022.
 
Andreas menjelaskan rencana sustainability dapat diterapkan dan dijalankan tanpa celah. Salah satu faktor keberhasilan penerapan rencana sustainability adalah pengelolaan data yang akurat untuk membantu perusahaan mencapai tujuan sustainability-nya.
 
“Kendalanya ada pada akurasi data yang telah dimiliki masing-masing perusahaan, jika proses pengumpulan data yang dilakukan berjalan dengan lancar maka miskalkulasi data tidak terjadi dan rencana sustainability dapat dijalankan untuk mencapai tujuan dan rencana tersebut,” terang Andreas.
 
Adaro Energy Indonesia menyusun program-program keberlanjutan dan mengadakan program pengelolaan lingkungan hidup melalui upaya pengurangan dan pengelolaan emisi karbon yang terstruktur dan sistematis. Pelaporan kinerja terkait dengan program sustainability yang dilakukan Adaro Energy setiap tahunnya bisa diakses secara publik di laman website Adaro.
 
HSE & Risk Management Division Head Adaro Energy Indonesia Rusdi Husin menjelaskan implementasi program sustainability di Adaro mendapat banyak bantuan dan dukungan dari pihak internal maupun eksternal untuk memastikan program berjalan efektif.
 
“Program-program sustainability yang dilaksanakan Adaro Energy Indonesia akan terus dijalankan, bukan hanya untuk menjalankan kewajiban namun juga untuk terus melestarikan lingkungan hidup dan mendukung SDGs, serta mematuhi elemen-elemen yang tertuang dalam ESG,” jelas Rusdi.
 
Head of Geological System and Technology PT Petrosea Tbk Alexander Aviantara mengatakan  Petrosea telah menggunakan teknologi 4.0 seperti Internet of Things (IoT), data science and analytics serta sensor pintar dalam operasi perusahaan.
 
"Digitalisasi misalnya diterapkan pada predictive maintenance untuk pemeliharaan truk dan alat berat guna meningkatkan umur komponen serta mengatasi konsumsi bahan bakar yang terdeteksi tinggi di atas rerata. Inisiatif ini membantu menekan penggunaan energi serta mencegah wastage,” ungkap Alexander.
 
Dalam implementasinya, tentu Petrosea menghadapi beberapa tantangan di tahap awal karena SDM di lapangan membutuhkan training untuk menggunakan teknologi tersebut. Namun problematika ini dapat teratasi dengan pelatihan terus menerus yang dilakukan untuk menambah keterampilan SDM serta proses perbaikan berkelanjutan.
 
“Transformasi digital sangat membantu kami di Petrosea untuk mendukung dan menerapkan strategi keberlanjutan kami. Setiap tantangan yang kami hadapi merupakan bagian dari misi yang harus diselesaikan dengan cara yang tepat dan efektif,” ucap Alexander.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif