Ilustrasi. AFP PHOTO/Isaac LAWRENCE
Ilustrasi. AFP PHOTO/Isaac LAWRENCE

Stanchart Sediakan USD75 Miliar untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ekonomi standard chartered
Angga Bratadharma • 24 Februari 2020 12:38
London: Standard Chartered (Stanchart) mengumumkan target bisnis baru untuk mendukung kliennya beralih ke ekonomi rendah karbon sebagai bagian dari aspirasi keberlanjutan. Pada akhir 2024, Standard Chartered berkomitmen untuk menyediakan USD40 miliar untuk layanan pembiayaan proyek infrastruktur yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan
 
Selain itu, Standard Chartered menyediakan USD35 miliar untuk layanan pembiayaan proyek, konsultasi merger dan akuisisi (M&A) dan layanan restrukturisasi utang untuk proyek energi (surya dan angin) terbarukan dan bersih. Berdasar pada aspirasi tersebut, Standard Chartered juga bermaksud mengurangi emisinya di seluruh properti globalnya pada 2030.
 
Dengan kehadiran yang mencakup 60 negara, termasuk banyak negara besar yang sedang berkembang, Standard Chartered akan mencapai emisi bersih nihil/nol dengan hanya menggunakan energi dari sumber yang terbarukan dan terus mengejar langkah-langkah efisiensi energi di properti seluas 1,1 juta meter persegi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Group Head, Corporate Affairs, Brand & Marketing, Standard Chartered Tracey McDermott mengatakan selama 18 bulan terakhir, Standard Chartered telah membuat serangkaian komitmen yang semuanya diarahkan untuk mendukung perjanjian paris tentang perubahan iklim dan transisi ke yang ekonomi yang lebih adil, lebih bersih, dan lebih hijau.
 
"Kami tahu bahwa investasi yang dibutuhkan tidak dapat disediakan oleh pemerintah dan LSM saja, sehingga sangat penting bagi investor untuk merangkul Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dengan langkah dan skala yang tepat," tuturnya, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin 24 Februari 2020.
 
Kehadiran dan jangkauan usaha yang unik membuat Standard Chartered berada di posisi yang tepat membantu menyalurkan pendanaan ke tempat yang paling penting. Itu sebabnya, selain menghentikan dukungan untuk klien yang menghasilkan lebih dari 10 persen pendapatannya dari batu bara pada 2030, Standard Chartered juga memiliki target baru.
 
"Untuk membiayai dan memfasilitasi USD35 miliar bagi teknologi bersih dan energi terbarukan, serta USD40 miliar untuk infrastruktur berkelanjutan," tukasnya.
 
CEO Regional untuk Standard Chartered Bank di ASEAN dan Asia Selatan Judy Hsu menambahkan PBB memperkirakan bahwa pasar negara berkembang menghadapi kesenjangan investasi tahunan USD2,5 triliun dalam memenuhi SDG. Ini adalah tantangan besar dan peluang besar bagi bank dan sektor swasta untuk ambil bagian.
 
"Saat ini hanya 60 persen dari kebutuhan investasi SDG ditangani di negara-negara berkembang, dan bahkan di Afrika hanya tercukupi 10 persen," tukasnya.
 
Dengan memanfaatkan jaringan global dan kemampuan lokal, Judy Hsu berharap dapat mengkatalisasi pembiayaan SDG dan memberikan pembiayaan berkelanjutan ke area-area yang paling penting. Apalagi, kawasan ASEAN dan Asia Selatan adalah rumah bagi beberapa negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
 
"Kemampuan kami untuk menyelesaikan masalah di sini akan memiliki dampak luar biasa pada ambisi 2030 kami untuk memenuhi SDG global. Standard Chartered memiliki berbagai penawaran produk keuangan berkelanjutan yang dapat digunakan untuk membantu klien memutar bisnis mereka menuju model yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif