Ilustrasi penggunaan resin daur ulang pascakonsumen (post-consumer recycled/PCR) Dow REVOLOOP™ pada botol pelumas. Foto: Istimewa.
Ilustrasi penggunaan resin daur ulang pascakonsumen (post-consumer recycled/PCR) Dow REVOLOOP™ pada botol pelumas. Foto: Istimewa.

Strategi Dow dan Sadikun Percepat Ekosistem Sirkular di Industri Kemasan Indonesia

Arif Wicaksono • 17 April 2026 08:55
Jakarta: Perusahaan material global Dow (NYSE: DOW) menggandeng PT Sadikun Niagamas Raya untuk mempercepat pengembangan ekosistem sirkular di sektor kemasan Indonesia.
 
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari upaya memperkuat praktik sirkular sekaligus mendukung agenda keberlanjutan nasional.
 
Kesepakatan yang diteken pada 11 Februari tersebut menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendorong desain kemasan berbasis prinsip sirkular. Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah memperluas penggunaan resin daur ulang pascakonsumen (post-consumer recycled/PCR) Dow REVOLOOP™ pada botol pelumas.
 
Baca juga: Bukan Sekadar Konser, XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular di Ultraverse Festival

Langkah ini tidak hanya bertujuan menekan jejak karbon produk, tetapi juga mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia, sejalan dengan target emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060. Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan industri daur ulang domestik, pengurangan kebocoran sampah plastik, serta percepatan implementasi sistem sirkular di berbagai sektor.

Dalam implementasinya, kolaborasi Dow dan Sadikun akan difokuskan pada pengembangan kemasan kaku dengan pendekatan sirkular, khususnya melalui teknologi blow moulding untuk botol pelumas. Kedua perusahaan juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sepanjang rantai pasok guna memperluas adopsi material PCR sebagai bagian dari solusi sirkular di pasar.
 
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah mengarah pada penerapan konsep sirkular, termasuk penggunaan material Dow XUS 60934.01 pada kemasan pelumas 20 liter milik Sadikun. Dengan jaringan industri yang luas, Sadikun dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat penetrasi solusi sirkular di sektor pelumas nasional.
 
Wakil Presiden Komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics, Bambang Candra, menegaskan bahwa kolaborasi lintas rantai nilai menjadi fondasi utama dalam membangun industri yang lebih sirkular.
 
“Segmen kemasan merupakan salah satu yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara. Karena itu, kami terus mengembangkan material secara bertanggung jawab untuk mendukung ekosistem yang lebih sirkular di Indonesia,” ujarnya.
 
Sementara itu, Presiden Direktur PT Sadikun Niagamas Raya, Antawirya Husen, menyebut kemitraan ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi kemasan berbasis sirkular bagi pelanggan.
 
“Integrasi material daur ulang REVOLOOP™ memungkinkan kami menghadirkan kemasan berkualitas tinggi yang sejalan dengan prinsip sirkular. Ini juga membantu pelanggan beralih ke portofolio produk yang lebih sirkular,” jelasnya.
 
Ia menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri mobilitas dan manufaktur yang semakin mengarah pada efisiensi sumber daya dan praktik sirkular.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan