Kemiskinan. ANT/Adang Bustomi.
Kemiskinan. ANT/Adang Bustomi.

Pengangguran dan Kemiskinan Sulsel Semakin Menurun

31 Desember 2017 13:53
Makassar: Angka pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang.
 
"Untuk tingkat Pengangguran tahun 2014-2015 sempat meningkat dari 2013 dan menurun di 2016," kata Direktur Kopel Sulsel, Herman Kajang dikutip dari Antara, Minggu, 31 Desember 2017.
 
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data, jumlah pengangguran di Sulsel dalam kurun waktu 2013-2016 sempat naik dan turun.Pada tahun 2013, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,1 persen atau meningkat di tahun 2014-2015 masing-masing 5,99 persen dan 5,95 persen. Pada tahun 2016 malah menurun menjadi 4,8 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka di Sulsel 2014 dan 2015 meningkat dari tahun sebelumnya. Namun di 2016 menunjukkan hal yang baik dengan melihat penurunan yang cukup signifikan," ucap dia saat rilis cacatan akhir tahun.
 
Apabila disandingkan dengan kondisi yang dijanjikan dengan kondisi yang dicapai oleh pemerintah daerah. lanjut dia, kondisi yang membaik setahun terakhir ini bukan berarti tidak menyisakan masalah.
 
Data jumlah penduduk usia kerja atau penduduk berumur 15 tahun ke atas di Sulawesi Selatan selama periode 2013-2016, cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
 
Selain itu, perkembangan penduduk usia kerja di Sulsel pada tahun 2013-2016 menunjukkan bahwa penduduk usia kerja yang masuk sebagai angkatan kerja mencapai proporsi lebih dari 60 persen setiap tahunnya.
 
Sedangkan kelompok penduduk bukan usia kerja memberikan proporsi berkisar 30 persen dari penduduk usia kerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa cukup banyak penduduk usia kerja yang memilih untuk tidak bekerja.
 
Pemerintah Sulawesi Selatan melansir berdasarkan data BPS 2017 bahwa kelompok ini didominasi oleh mereka yang memilih untuk mengalokasikan sebagian besar waktunya demi mengurus rumah tangganya (umumnya ibu rumah tangga) dan yang bersekolah.
 
Sementara dari segi kemiskinan, lanjutnya, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dijanjikan akan ditangani 100 persen, namun jumlahnya masih cukup tinggi. Penanganannya dalam bentuk Bantuan Sosial pun tidak lebih dari 50 persen meskipun yang dijanjikan diberikan bantuan sosial hanya 10 persen.
 
Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Sulsel sampai dengan tahun 2016, jumlah PMKS sebanyak 374.775 jiwa yang tersebar di sejumlah kabupaten kota di Sulsel. Jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Gowa sebanyak 159.114 jiwa dan Kota Makassar sebanyak 42.298 jiwa. Sementara terendah terdapat di Kabupaten Barru sebanyak 1.418 jiwa.
 
Dari jumlah tersebut di atas, sebut dia, jenis PMKS terbanyak adalah Fakir Miskin dengan jumlah sebanyak 260.040 jiwa, Lanjut Usia Terlantar sebanyak 25.130 jiwa, dan Penyandang Disabilitas sebanyak 17.668 jiwa.
 
Sementara jenis PMKS yang terendah adalah Anak Jalanan dan Pekerja Migran Bermasalah masing-masing 387 dan 399 jiwa. Berdasarkan data awal periode ini, janji penanganan masalah PMKS di Sulsel akan ditangani 100 persen dalam setiap tahun selama masa periode.
 
Namun faktanya masih setiap tahun jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial masih begitu banyak. Penanganan Pemrov Sulsel terhadap PMKS tersebut hanya pemberian bantuan sosial selama periode berjalan.
 
"Hal itu pun tidak pernah sampai 50 persen dari jumlah PMKS meskipun persentase jumlah penanganan melalui pemberian bantuan sosial hanya 10 persen pertahunnya. Persentase pemberian bantuan sosial tersebut antara yang dijanjikan dengan yang dicapai sejak awal periode sampai sekarang," tambahnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan