Iluustrasi. MI/ARYA MANGGALA.
Iluustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

Pertumbuhan Startup Melambat

Ekonomi start up technology
Media Indonesia • 05 November 2017 14:32
medcom.id, Jakarta: Hingga kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan startup di Indonesia mengalami sedikit penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tech in Asia, jumlah startup baru yang muncul sampai dengan kuartal kedua 2017 turun 23 persen dibandingkan tahun lalu.
 
Chief Executive Officer Tech In Asia Indonesia Hendri Salim mengatakan bahwa penurunan diikuti oleh makin meningkatnya startup Software as Service, Fintech, Education, dan Advertising Technology.
 
"Meskipun jumlahnya menurun, tapi selama ajang Tech in Asia Jakarta 2017 ini berlangsung startup e-commerce justru masih cukup banyak mendominasi," ujarnya dikutip dari Media Indonesia, Minggu 5 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlihat dari berbagai aktivitas yang ada di Bootstrap Alley-Startup Exhibition Tech in Asia Jakarta 2017. Mayoritas membahas mengenai konten menarik seputar startup dan teknologi yang erat kaitannnya dengan e-commerce.
 
Pun demikian hasil analisis App Anie, sebuah perusahaan analisis aplikasi mobile yang menyebutkan sekitar 80 persen orang Indonesia aktif menggunakan aplikasi mobile. Hingga tak pelak berdampak positif terhadap pertumbuhan pasar e-commerce.
 
"Sekarang ini perubahannya sangat signifikan, semua orang pakai smartphone. Bisnis konvensional kalau mau tetap bertahan harus ekspansi ke digital atau dalam hal ini e-commerce," tukas Jaede Tan, Regional Director INSEA App Anie.
 
Apalagi, terbukti bahwa saat ini sudah banyak perusahaan bisnis konvensional termasuk Matahari dan Ramayana yang gulung tikar akibat tergerus arus digitalisasi. Karena itu, ke depan, perkembangan e-commerce menjadi sebuah keniscayaan.
 
Investasi Asing
 
Founder dan Partner 01 VC, Ian Goh, menegaskan Indonesia punya pangsa pasar yang sangat besar dan menguntungkan. Bahkan rata-rata pemilik modal dari India cenderung lebih percaya menanamkan modal kepada entrepreneur alias pengusaha lokal.
 
"Alih-alih berekspansi ke Indonesia, bagi mereka lebih aman jika menginvestasikan dana kepada pemain lokal yang memiliki track record baik," ungkapnya.
 
Hanya saja, menurut Putra Setia Utama, COO Tech in Asia Indonesia, salah satu hal yang sering dilewatkan oleh para pegiat startup di Indonesia ialah ketidaksiapan dalam merencanakan strategi untuk meningkakan revenue.
 
Itu sebabnya, ajang konferensi teknologi tahunan terbesar di Asia (Tech in Asia 2017) menghadirkan beragam kegiatan yang bisa mendukung ekosistem startup dan teknologi di Indonesia dan Asia. Sedikitnya ada 5.000 pengunjung terdaftar serta 250 investor dan 300 exhibitor.
 
"Kami harap dengan sajian program yang menarik, para pegiat startup lokal lokal nantinya akan memiliki perencanaan yang lebih matang saat ingin terjun ke dunia industri," tandasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif